Select Page

Harga minyak melompat $ 1 lebih tinggi pada Senin setelah militan Nigeria melumpuhkan produksi dan mengancam akan lebih banyak kekerasan.

Harga minyak melompat $ 1 lebih tinggi pada Senin setelah militan Nigeria melumpuhkan produksi dan mengancam akan lebih banyak kekerasan.

Minyak mentah brent Laut Utara naik $ 1.06 pada $ 60.95 per barrel pada 0216 GMT, meningkat untuk hari ketiga setelah menyentuh angka terendah dalam satu setengah bulan, Rabu lalu. Brent, yang jarang diperdagangkan secara aktif selama waktu Asia, naik $ 1.10 pada hari Jumat.

New York Mercantile Exchange (NYMEX), yang biasanya mengeset arah harga, ditutup untuk U.S. Presidents Day.

Lebih banyak perolehan diharapkan saat trader Eropa menilai kerusakan dalam industri minyak Nigeria, yang belum pulih dari serangkaian serangan dan penculikan sebulan lalu.

‘Saya kira ini merupakan situasi kronis yang akan berlangsung setidaknya satu tahun ini,’ menurut Tony Nunan, seorang manajer dari bisnis manajemen resiko Mitsubishi Corp.

‘Ketika Eropa bangkit akan banyak potensi yang muncul.’

Royal Dutch Shell mengatakan telah menunda 455.000 barrel perhari (bpd) produksi minyak setelah militan mengebom pusat ekspor utama, menculik 9 pekerja kontrak asing dan menyabotase setidaknya 2 pipa lagi. Penutupan meliputi 106.000 bpd output yang telah ditutup sejak penyerangan pada bulan Januari.

Movement for the Emancipation of the Niger Delta, yang berada di belakang penyerangan ini tampaknya berhubungan dengan pemilihan presiden bulan April 2007, memperingatkan akan ada lagi kekerasan dan mengancam meledakkan tanker minyak.

‘Pekerja minyak pada berbagai jenis vessel harus meninggalkan daerah Delta segera,’ menurut grup dalam email.

Pertentangan yang makin memburuk antara angkatan bersenjata pemerintah Nigeria dan militan pada hari Jumat mengangkat harga.

Harga mulai turun akhir Januari karena dealer mengesampingkan kekhawatiran geopolitik, dan berfokus pada bertambahnya inventori US dan permintaan musim dingin yang tidak biasa.

Nunan mengatakan trader teknis akan melihat kenaikan terakhir karena kesempatan penjualan setelah pasar berspekulasi melalui serangkaian level pendukung kunci — termasuk 200-hari rata-rata pergerakan dan $ 60 mark psikologis — minggu lalu.

Tapi potensi konflik selama setahun ini seharusnya menjaga harga minyak bergejolak. Nigeria mengalirkan sekitar 2,4 juta bpd, sekitar 3% minyak dunia.

Analis mengatakan kekerasan merupakan bagian dari persaingan regional yangs sedang tumbuh untuk mensukseskan Presiden Olusegun Obasanjo setelah pemilihan tahun depan.

Ketegangan akan agenda atom Iran juga terus mendukung harga. Dealer khawatir Iran akan menahan pasokan jika DK PBB memilih memberikan sanksi ketika bertemu bulan depan.

Sumber : today.reuters.com

Share This