China dan Uni Eropa akan memperkuat kerja sama dan perubahan dalam sektor energi, termasuk teknologi batubara bersih, energi terbarukan dan tenaga nuklir

Penulis asli : Hu Yan

China dan Uni Eropa akan memperkuat kerja sama dan perubahan dalam sektor energi, termasuk teknologi batubara bersih, energi terbarukan dan tenaga nuklir, demikian menurut pejabat teras pada konferensi.

Ministry of Science and Technology (MOST) dari China dan Komisi Eropa kemarin menandatangani sebuah Memorandum of Understanding (MoU) atas teknologi pembangkitan tenaga dengan emisi hampir nol dalam usahanya untuk kerjasama memerangi perubahan iklim global.

Karena sumber utama sumber pembangkitan tenaga, konsumsi batubara terus meningkat untuk memenuhi pembangunan ekonomi yang pesat di China. Statistik menunjukkan bahwa China mengkonsumsi 34% dari konsumsi batubara dunia pada 2004.

Karena batasan teknis, batubara digunakan dengan efisiensi yang rendah, dan emisi CO2 juga mengarah pada polusi lingkungan.

Dibawah MoU, pemerintah China dan Uni Eropa akan bekerja sama melaksanakan penelitian dan mendukung teknologi pembangkitan tenaga dengan emisi hampir nol.

Termasuk menangkap CO2 yang dikeluarkan dari stasiun tenaga batubara dan menyimpannya dalam tanah, daripada dikeluarkan langsung ke lingkungan.

‘China telah mencari banyak cara untuk melindungi iklim, seperti ini’ menurut Ma Songde, wakil menteri MOST.

Mendukung teknologi baru merupakan kebijakan energi dan lingkungan yang baik, tambahnya.

Studi kelayakan proyek akan selesai pada akhir 2008, menurut MoU.

Andris Piebalgs, Energy Commissioner untuk Uni Eropa, mengatakan akan menginvestasikan 5 juta euro (US$ 5.95 juta) untuk tahap pertama kerja sama, mengikuti junlah investasi dari UK.

China akan mengalokasikan sumber untuk mendukung proyek dan mencari sumber pendanaan lain bersama dengan Uni Eropa.

China bertujuan untuk membangun regime pembangunan dan penelitian energi yang memusatkan bakat dan mendanai sumber bisnis komunitas dan universitas, menurut Ma.

Piebalgs juga dipanggil untuk memikul tanggung jawab untuk melindungi lingkungan.

Kerjasama menandai langkah lebih jauh dalam sektor energi antara China dan Uni Eropa. Sejak 1981, sejumlah kerja sama yang luar biasa telah dicapai, termasuk rencana aksi batubara bersih, sebuah program efisiensi energi dan program energi terbarukan.

Konferensi menarik sekitar 250 pembuat kebijakan energi utama dan industrialis.

Para perwakilan ini membahas berbagai topik termasuk keamanan energi, peningkatan efisiensi energi, keamanan dan energi nukir, dan interaksi antara kebijakan energi dan lingkungan.

Sumber : www.chinadaily.com.cn