Harga minyak mentah turun kemarin dan berusaha untuk tetap diatas level $ 60 per barrel, setelah peningkatan lain dalam inventori minyak mentah US.

Penulis asli : Kevin Morrison

Harga minyak mentah turun kemarin dan berusaha untuk tetap diatas level $ 60 per barrel, setelah peningkatan lain dalam inventori minyak mentah US. Data ini membantu mengesampingkan perhatian akan gangguan pasokan dari Nigeria dan Iraq.

Departemen Energi US mengatakan stok minyak mentah komersial US naik 1,1 juta barrel dalam seminggu hingga 17 Februari, sejalan dengan harapan. Ini disertai oleh penurunan dalam impor minyak US dan penurunan jumlah minyak untuk pengilangan menjadi produk petroleum.

IPE Brent untuk pengiriman April turun 6 cents menjadi $ 60.38 per barrel pada perdagangan siang London. April West Texas Intermediate turun dibawah harga Brent menjadi $ 60.15 per barrel, turun 86 cents dari penutupan sebelumnya, pada perdagangan siang di New York Mercantile Exchange, setelah sempat turun dibawah $ 60 selama sesi.

Pasar minyak berada diantara tren yang kontras. Inventori yang naik di US, konsumen minyak tgerbesar dunia, mengakibatkan harga menjadi lebih rendah, sementara perhatian yang meningkat akan pasokan dari Nigeria dan Iraq, dan ketegangan politik antara Iran dan Barat, cenderung mendorong tingginya harga.

Kekhawatiran akan gangguan pasokan di Ekuador reda setelah mencapai perjanjian dengan pemrotes pada Rabu untuk menghentikan demonstrasi kekerasan yang telah menutup pipa minggu lalu.

Inventori minyak US naik sedikit dibandingkan dengan sejumlah yang diharapkan 100.000 barrels menjadi 225,6 juta, level tertingginya sejak Juni 1999. Harga gasolin Nymex untuk Maret naik 1.30 cents menjadi $ 1,4875 per gallon.

Energy Information Administration, tangan statistik dari departemen energi US, mengatakan wilayah timur US dan Texas mungkin akan menghadapi gangguan pasokan gasolin lokal dan penigkatan harga karena pengilangan dialihkan menjadi pencampuran minyak (petrol) dengan etanol karena produksi etanol berjalan dekat dengan kapasitas.

Sumber : news.ft.com