Presiden Ekuador, Alfredo Palacio mendeklarasikan keadaan darurat di provinsi Napo pada 22 Februari setelah para pemrotes menyerang dua pipa minyak.

Penulis asli : Peter Howard Wertheim

Presiden Ekuador, Alfredo Palacio mendeklarasikan keadaan darurat di provinsi Napo pada 22 Februari setelah para pemrotes menyerang dua pipa minyak.

Para pemrotes menginginkan pemerintah membangun dua jalan tol dan sebuah bandara yang telah dijanjikan mantan Presiden Lucio Gutierrez. Dia dipaksa lengser pada April 2005.

Petroecuador, perusahaan minyak negara, telah dua kali mendeklarasikan keadaan force majeure pada bulan ini atas ekspor minyak mentah.

Pada 21 Februari, melanjutkan operasi pipa minyak mentah Sistema de Oleoducto Transecuadoriano (SOTE), yang dimiliki oleh pemerintah.

Para pemrotes menyerang dan menduduki sebuah stasuin pemompaan SOTE pada 19 Februari. Pemerintah mengambil alih pada keesokan harinya.

Para pemrotes juga menyerang pipa minyak Oleoducto de Crudos Pesados Ecuador (OCP), menempati stasiun pemompaan Sardinas dan menyebabkan operasi pipa tertunda. OCP mentransportasikan minyak ke terminal ekspor di Esmeraldas.

Pejabat pemerintahan menolak untuk bernegosiasi dengan para pemrotes sementara mereka masih menduduki fasilitas OCP.

Bersama-sama, dua pipa mengirimkan 530.000 b/d minyak ke pasar internasional.

Sumber : ogj.pennnet.com