Select Page

Sebuah perusahaan pertambangan telah menyangkal keterlibatannya dalam penyebaran limbah merkuri yang mencemari jalur air area gold rush di Tambis, Barobo, Surigao del Sur.

Penulis asli : Chris V. Panganiban

Sebuah perusahaan pertambangan telah menyangkal keterlibatannya dalam penyebaran limbah merkuri yang mencemari jalur air area gold rush di Tambis, Barobo, Surigao del Sur.

Pensiunan Kolonel AD, Samuel Afdal, presiden dari Philsaga Mining Corp., mengklarifikasikan bahwa perusahaannya masih dalam tahap eksplorasi untuk melihat keekonomisan deposit emas di Tambis.

Afdal menambahkan mereka tidak menggunakan bahan kimia apapun untuk aktifitas ini, tapi hanya alat dan mesin gali.

Dia bereaksi alas pernyataan kelompok lingkungan selama penyelidikan kongres minggu lalu di Kota Butuan bahwa banyak perusahaan di wilayah Caraga telah menyebabkan polusi udara dan air yang menyebabkan bahaya kesehatan terhadap penduduk.

Perusahaan-perusahaan itu menyebutkan termasuk Philsaga Mining, Picop Resources Inc., Taganito Mining dan MG Coal Mining.

Gereja Kalihukang Bantay Kagubatan juga menuduh plant bunker Picop telah menyebabkan pertumbuhan kanker dan penyakit pernafasan diantara penduduk di Kota Bislig.

Tuduhan terhadap Philsaga didorong oleh hasil penilaian kualitas air awal tahun lalu yang dilakukan oleh Mines and Geosciences Bureau-Caraga Regional Office.

Hasil ini mengindikasikan bahwa Bananghilig and Lansang Creeks di Tambis memiliki level merkuri yang tinggi.

Philsaga Mining telah menunda pelaksanaan Mineral Production Sharing Agreement yang mencakup 6.000 hektar area di Barangay Tambis dan sekitarnya.

Tapi Afdal mengatakan jika operasi pertambangannya di Tambis akan disetujui mereka tidak akan menggunakan merkuri dalam mengekstrak emas dari tunnels karean proses ini berbahaya terhadap para pekerjanya. Dia mengklaim telah menerapkan metode yang aman dalam plant pemrosesannya di Bayugan 3, Rosario, Agusan del Sur.

Katanya limbah beracun tinggi yang mencemari jalur air Tambis disebabkan oleh penambang berskala kecil di Lansang Creek yang dengan sengaja menggunakan merkuri dalam memisahkan emas dari mineral lainnya dekat sungai.

Penemuan MGB juga menunjukkan level padatan tersuspensi yang tinggi dan oksigen terlarut yang tinggi dalam air yang mungkin disebabkan oleh penambang skala kecil aelama dua dekade terakhir di Tambis.

Sumber : www.mindanews.com

Share This