Select Page

Rancangan kerja pipa minyak Eastern Siberia-Pacific Ocean (ESPO) Rusia dilanjutkan menurut jadwal, walaupun durasi studi lingkungan telah diperpanjang, menurut Menteri Industri dan Energi, Viktor Khristenko pada 21 Februari.

Penulis asli : Eric Watkins

Rancangan kerja pipa minyak Eastern Siberia-Pacific Ocean (ESPO) Rusia dilanjutkan menurut jadwal, walaupun durasi studi lingkungan telah diperpanjang, menurut Menteri Industri dan Energi, Viktor Khristenko pada 21 Februari.

‘Saya tidak mempunyai alasan untuk mengatakan kita berada diluar deadline yang diset untuk konstruksi tahap pertama,’ katanya. Juni lalu, Khristenko mengatakan bahwa bagian pertama pipa akan dilatakkan tahun 2008 dan kedua perusahaan minyak—Surgutneftegaz dan OAO Yukos—akan menyediakan minyak mentah untuk mengisinya.

PM Rusia, Mikhail Fradkov menandatangani resolusi pada 31 Desember 2004, untuk membangun pipa ESPO dengan kapasitas total sebanyak 80 juta ton/tahun minyak mentah, sesuai dengan penggunaan kapasitas railway.

Tahap pertama proyek adalah konstruksi pipa minyak sepanjang 2.400-km dari Taishet di Siberia Timur ke Skovorodino dekat perbatasan China dan dari terminal minyak rail di Teluk Perevoznaya dengan biaya $ 7,9 milyar. Tahap kedua, tergantung pada pembangunan lapangan minyak Siberia Timur, termasuk konstruksi hubungan lanjutan antara Skovorodino dan Perevoznaya di Pantai Pasifik Rusia.

China tampaknya akan mengimpor sebanyak 30 juta ton/tahun minyak mentah jika pipa dibangun dari Skovordino ke Daqing, sementara pasokan sepanjang rute Skovorodino-Perevoznaya akan menjadi 50 juta ton/tahun, dengan ekspor paling banyak ditujukan ke Japan.

Transneft telah menyelesaikan studi kelayakan proyek, dan Rostekhnadzor, regulator teknologi dan lingkungan federal Rusia, mengkonfirmasi studi lingkungan untuk tahap pertama proyek pada 25 Januari.

Rostekhnadzor memperpanjang deadline untuk komisi ahli selama 30 hari setelah mayoritas para ahli menolak studi itu, mengatakan rute yang diusulkan Transneft diperpanjang 800 m dari Danau Baikal. Selain itu, Kementrian Sumber Daya Alam Rusia menginginkan terminus dialihkan dari Perevoznaya ke Nakhodka.

Sementara itu, Transneft mengatakan beberapa pemain kunci sepanjang rute yang diusulkan terus bersikeras akan cabang dari pipa itu.

Pemerintah Teritori Khabarovsk, Viktor Ishayev ingin melibatkan konstruksi jalur cabang ke pengilangan di Khabarovsk dan Komsomolsk-on-Amur, mengatakan akan membantu menghindari ketergantungan railroads akan pengiriman minyak dan melipattigakan output.

Sumber : ogj.pennnet.com

Share This