Select Page

Investor swasta yang akan menjalankan pipa minyak Kenya-Uganda akan diumumkan bukan depan, menurut konfirmasi pejabat Kementrian Energi.

Investor swasta yang akan menjalankan pipa minyak Kenya-Uganda akan diumumkan bukan depan, menurut konfirmasi pejabat Kementrian Energi.

Walaupun tanggal pastinya belum ditentukan, Commissioner Petroleum Supply, Mr Ben Twodo, mengatakan 28 Februari, tawaran pendanaan (financial bids) untuk menentukan investor akan dibuka di Kampala bulan April.

‘Sejauh ini, tepatnya belum diputuskan, tapi kami mengharapkannya bulan depan dan tempatnya dijadwalkan di Kampala,’ menurut Twodo di kantornya Amber House. Tiga perusahaan, yaitu MISA/ Shell Uganda Ltd, Tamoil East Africa dan China Petroleum Pipeline Engineering Corporation adalah sisa penawar yang akan ikut dalam tahap akhir setelah tiga lainnya didiskualifikasi.

Proyek ini telah menarik 23 perusahaan. Awalnya, tiga perusahaan lainnya yang telah memasukkan tawaran teknisnya didiskualifikasi. East African Newspaper pada 27 Februari, mengutip pejabat Kenya Pipeline Company (KPC) mengatakan tiga perusahaan, yaitu Petronet East Africa, Zakhem/ARB dan Energen Petroleum Corporation dari Canada, didiskualifikasi karena mengikuti permintaan tender selama proses evaluasi. Katanya satu perusahaan memungkiri memberikan rekan yang salah.

Twodo mengatakan investor swasta akan menjalankan pipa dalam basis Build On Operate and Transfer (BOOT). Artinya investor akan membangun dan mengelola pipa untuk periode 20 tahun.

‘Kami mengharapkan investor yang membawa sumber dana, managerial dan pakar teknis membanmgun dan mengoperasikan pipa dan setelah beberapa lama, mentransfer kembali kepada dua pemerintah,’ katanya. Studi awal perpanjangan pipa Kenya -Uganda dari Eldoret ke Kampala mengindikasikan bahwa diperkirakan meliputi jarak 320 km.

Telah diusulkan bahwa pipa berakhir di Namanve, timur Kampala. Bagaimanapun, laporan terakhir sekarang mengindikasikan pipa akan berakhir di sekitar Busega, by-pass utara. Pipa ini akan meliputi jarak 340 km.

Pipa dengan diameter 8 inchi ini akan membawa 1,2 milyar liter bahan bakar per tahunnya. Ini akan meliputi petrol, diesel, paraffin dan bahan bakar aviasi. Bahan bakar akan dikirimkan dalam pipa yang sama melalui teknologi yang disebut batching dimana produk bahan bakar secara berurutan, satu setelah yang lainnya.

Dealer dalam produk minyak telah menyambut proyek pipa ini mengatakan akan menurunkan tear dan wear di jalan.

Country Chairman Shell Uganda Ltd, Mr Ivan Kyayonka, mengatakan pipa akan meningkatkan standar keselamatan.

‘Peningkatan besar adalah akan meningkatkan lalu lintas bahn bakar, yang cukup padat. Juga akan memainkan peranan penting dalam syarat tear dan wear. Kinerja pipa akan sangat tergantung pada pihak Kenya,’ katanya.

Kyayonka mengatakan teknologi batching yang sedang dilakukan sangat baik. Dia agak skeptis akan krisis tenaga saat ini akan mempengaruhi jalannya sistem.

KPC menyediakan pakar teknis untuk dua pemerintah dalam pelaksanaan proyek. Diharapkan untuk mengambil 24,5% saham dalam pipa atas nama pemerintah Kenya. Uganda akan mengambil 24,5% sementara operator swasta akan mengendalikan 51%.

Proyek perpanjangan pipa Eldoret-Kampala senilai $ 120 juta disusun tahun 1995 untuk mengatasi transportasi minyak dari Kenya ke Uganda dan wilayah Great Lakes, Rwanda, Burundi dan Republik Democratik Congo.

Pekerjaan ini seharusnya simulai tahun 2004. Tapi, terganggu oleh penundaan yang berhubungan dengan sifat alami bilateral proyek.

Sumber : www.monitor.co.ug

Share This