Royal Dutch Shell PLC dan Statoil ASA setuju untuk bekerja sama dalam sebuah proyek untuk penangkapan CO2 dari power plants dan menggunakannya dalam enhanced oil recovery di lapangan migas Draugen dan Heidrun di Norwegia.

Royal Dutch Shell PLC dan Statoil ASA setuju untuk bekerja sama dalam sebuah proyek penangkapan CO2 dari power plants dan menggunakannya dalam enhanced oil recovery di lapangan migas Draugen dan Heidrun di Norwegia.

Statoil Chief Executive Helge Lund mengatakan pada konferensi pers di Oslo bahwa proyek ini berada dalam fase awal dan dia belum begitu yakin kapan perusahaan akan membuat keputusan akhir.

‘Begitu banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum adanya keputusan untuk berinvestasi,’ kata Lund kepada reporter.

Rencana sementara perusahaan untuk berbagai elemen proyek dijadwalkan selama 2010-12. Eksekutif menambahkan bahwa proyek tergantung pada pendanaan kuat pemerintah dan keterlibatan stakeholder industri dan pengguna listrik dalam wilayah itu.

Proposal terdiri dari sebuah power plant berbahan bakar gas dan fasilitas produksi metanol di Tjeldbergodden, menyediakan CO2 untuk lapangan Draugen dan Heidrun. Tenaga dari plant juga disediakan untuk lapangan, memungkinkan emisi nitrogen oksida dan CO2 hampir nol (near-zero CO2 nitrogen oxide emission) dari instalasi ini.

Proyek dapat secara potensial menyimpan 2-2,5 juta ton/tahun CO2.

‘Ini peristiwa penting untuk Shell menuju visi kami untuk bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan (greener fossil fuel) dengan sebagian dari CO2 yang tertangkap dan disequestrasi dalam bumi,’ kata Shell Chief Executive Officer Jeroen van der Veer.

Shell telah bekerja dengan injeksi CO2 untuk EOR sejak 1970-an.

Statoil terlibat dalam penyimpanan CO2 di lapangan Sleipner, Laut UItara, lapangan Snøhvit di Laut Barents, dan lapangan In Salah di Algeria.

Statoil mengekstraksi CO2 dari gas yang diproduksi di platform barat Sleipner, Norwegia dan menginjeksikan kembali untuk penyimpanan. Gas yang diproduksi Sleipner mengandung sekitar 10% CO2. Spesifikasi penjualan untuk gas mengandung tidak lebih dari 2.5% CO2.

CO2 berlebih diinjeksikan kedalam aquifer pada kedalaman 3.000 kaki. Sleipner mensequestrasi sekitar 1 juta ton/tahun CO2.

Statoil juga telah berencana untuk menginjeksikan kembali ke dalam aquifer, CO2 yang dipisahkan dari gas yang diproduksi dari pembangunan Snøhvit. Diharapkan Snøhvit memproduksi gas yang mengandung 5-8% CO2.

CO2 yang dipisahkan di onshore akan dialirkan kembali melalui pipa ke pembangunan bawah laut Snøhvit untuk injeksi kedalam sandstone setebal 45-75 m pada 2.600 m dibawah seabed. Para pakar Statoil menginjeksikan 700.000 ton/tahun pada proyek itu.

Di Algeria, Statoil dan Sonatrach adalah rekanan dalam sebuah proyek yang dioperasikan oleh BP PLC yang akan menginjeksikan sekitar 1 juta ton/tahun CO2 kedalam reservoir gas In Salah.

Sumber : ogj.pennnet.com