Jepang dan Indonesia mendorong penggunaan energi biomassa untuk mengurangi ketergantungan akan minyak, yang akan menjadi mahal dan terbatas, agensi berita Xinhau melaporkan.

Jepang dan Indonesia mendorong penggunaan energi biomassa untuk mengurangi ketergantungan akan minyak, yang akan menjadi mahal dan terbatas, agensi berita Xinhau melaporkan.

Jepang yang menghadapi kendala dalam membangun energi ini karena biaya komoditas dasar yang tinggi, yakin iklim dan tanah Indonesia sangat cocok untuk memproduksi produk biomassa.

Direktur Global Energy and Fuel Cell Policy, Jepang, Haruhiko Ando, telah mengatakan bahwa kerja sama akan mengarah ke pembangunan industri biomassa di seluruh Asia, yang akan memproduksi biomaterial dan menciptakan industri dan pasar energi baru.

Sebuah proyek dalam seminar yang menarik minat terbesar adalah pembuatan bahan bakar biodiesel menggunakan minyak tanaman jarak (Jatropha curcas), yang banyak terdapat di Indonesia.

Biodiesel diproduksi dari sumber terbarukan, seperti minyak kacang kedelai dan minyak tanaman lainnya, dan hampir tidak mengandung sulfur; ganya 15 ppm ditemukan dalam emisi kendaraan yang menggunakan bahan bakar ini. Level terendah kandungan sulfur dalam bahan bakar fosil Indonesia yang rata-rata mengandung sekitar 500 ppm sementara bahan bakar yang lebih kotor bisa memproduksi hingga 3.000 ppm.

Indonesia memberikan respon yang positif terhadap usulan ini, mengatakan proyek lebih menjanjikan daripada energi alternatif nuklir, angin, gas, dan batubara.

Total 23,2 juta hektar area bisa digunakan untuk proyek ini, termasuk lahan di Kalimantan, Sumatra dan Java.

Sumber : www.periodico26.cu