Pemerintah Kenya telah menandatangani perjanjian pertukaran data minyak dengan Sudan yang memungkinkan kedua negara berbagi informasi dalam prospek eksplorasi minyak.

Pemerintah Kenya telah menandatangani perjanjian pertukaran data minyak dengan Sudan yang memungkinkan kedua negara berbagi informasi dalam prospek eksplorasi minyak, menurut pejabat senior Kenya, Rabu.

Menteri Energi Kenya, Henry Obwocha mengatakan dalam konferensi 2-hari investor internasional untuk Sudan selatan bahwa Kenya beada diantara negara-negara yang ingin mengambil cadangan minyak di Sudan selatan dengan kemungkinan pendirian Port in Lamu, dimana minyak dari Sudan bisa dikirimkan ke negara-negara lain.

‘Saya senang mengetahui Memorandum of Understanding terhadap efek ini telah ada diantara pemerintah Republik Sudan dan Kenya dan yang tetap ada adalah menempatkan modalitas untuk implementasinya,’ kata Obwocha.

Pengilangan negara di kota pelabuhan Mombasa tidak memiliki kapasitas untuk mengilang minyak dari Sudan Selatan, kecuali telah di-upgrade.

Obwocha yang berbicara di forum investasi Sudan Selatan mengatakan proposal telah dibuat untuk membangun pengilangan minyak baru di Mombasa yang memungkinkan negara untuk membangun kapasitas untuk memroses produk minyak.

Katanya gerakan baru juga bisa cepat melacak pembangunan pipa minyak antara Lamu dan Kapoeta Port di Sudan Selatan.

Dibawah perjanjian perdamaian yang ditandatangani di Kenya tahun lalu yang berakhir lebih dari dua dekade perang sipil antara pejuag selatan melawan pemerintah Khartoum, pendapatan minyak terpisah 50- 50 antara utara dan selatan.

Walaupun selatan telah mengeluh tapi belum menerima penghentian, ekonom World Bank untuk Sudan, Jeni Klugman, mengatakan diproyeksikan untuk menerima hingga 1,3 milyar U.S. dollar dari minyak untuk tahun ini.

Hingga 500.000 barrel minyak mentah diproduksi setiap hari, terutama dari lapangan di selatan dengan perkiraan output naik 150.000 barrel per hari tahun ini.

Tapi menteri Kenya mengatakan penemuan minyak di Sudan bersama dengan penemuan gas di Mozambik dan Tanzania telah membantu meningkatkan prospek petroleum di wilayah Afrika Timur.

‘Level interest investor dalam sub-sektor upstream terus meningkat. Peningkatan level interest ini bukan hanya ditunjukkan oleh jumlah aplikasi kesempatan eksplorasi oleh perusahaan, khususnya Kenya, Tanzania, Mozambik dan Madagaskar, tapi juga oleh aktivitas pengeboran yang sedang dilakukan,’ kata Obwocha.

Katanya peningkatan interest di deposit minyak Afrika telah dilirik perusahaan minyak internasional termasuk eksplorasi di seluruh benua.

Dia menghimbau pemerintah Kenya dan Sudanese untuk menempatkan regime legal dan fiskal untuk menarik investor ke wilayah ini.

Kenya Pipeline Corporation (KPC) mengumumkan rencana untuk meng-upgrade infrastrukturnya untuk mengirim minyak mentah secara efisien ke negara tetangga termasuk Sudan Selatan.

‘Popa minyak mentah akan menyediakan sumber petroleum alternatif untuk kedua wilayah Kenya dan Great Lakes dan menurunkan ketergantungan impor dari Timur Tengah. Juga akan meningkatkan keamanan pasokan produk petroleum untuk wilayah tersebut,’ kata Managing Director KPC, George Okungu.

Okungu mengatakan investor asing dalam perluasan pipa minyak dari kota Kenya Barat, Eldoret ke Sudan selatan akan menyediakan rute tersingkat untuk mengirimkan minyak ke pasar sehingga membantu meningkatkan ekonomi Sudan Selatan.

‘Pipa minyak Kenya-Sudan selatan akan memastikan keamanan pasokan ke wilayah Afrika Timur dan Central dan menyediakan alternatif terhadap minyak dari Timut Tengah,’ katanya.

Analis mengatakan jika proyek berlanjut, perluasan akan menghasilkan penurunan signifikan dalam harga produk minyak di Uganda, Rwanda dan Republik Democratik Congo timur, yang mengimpor seluruh produk kilang minyak melalui Kenya.

Perang menghalangi peningkatan lapangan minyak Sudan tapi para pakar memperkirakan paling tidak ratusan juta barrel dari cadangan yang diperoleh di selatan.

Sumber : english.people.com.cn