Harga minyak naik dalam perdagangan awal, Senin, mengikuti laporan mengenai serangan terakhir atas pipa di Nigeria.

Harga minyak naik dalam perdagangan awal, Senin mengikuti laporan mengenai serangan terakhir atas pipa di Nigeria.

Perusahaan minyak Italia, Eni mengkonfirmasi bahwa bahwa salah satu pipa Nigeria telah terkena ‘aksi sabotase’, kehilangan produksi belum bisa dipastikan jumlahnya.

Militan menyerang fasilitas di wilayah utama minyak Niger Delta, Nigeria, dan meminta bagian terbesar kekayaan harus berada di area lokal.

Minyak mentah ringan (light)US crude naik 7 cents menjadi $ 62.84 dalam perdagangan awal di Far Eastern.

‘Saya kira harga bereaksi lagi atas situasi di Nigeria, dengan Eni melaporkan serangan atas pipanya,’ kata Andrew Harrington, sumber analis di ANZ Bank, Sydney.

Nigeria, produser minyak mentah terbesar Afrika, telah melihat pemotongan 20% output sejak militan melancarkan serangan atas perusahaan minyak asing awal tahun ini.

Dua faktor utama lainnya yang menjaga harga minyak tinggi adalah situasi keamanan yang terjadi di Iraq dan kebersikerasan Iran atas nuklir yang bisa mengakibatkan sanksi perdagangan atas Teheran.

Bagaimanapun, perdagangan awal siang melihat harga minyak turun sedikit diantara berita perkiraan menurunnya permintaan untuk 2006 dan inventori minyak mentah US yang lebih besar.

OPEC menurunkan perkiraannya untuk 2006 sebesar 110.000 barrels perhari.

Minyak mentah turun 37 cents menjadi $ 62.40 per barrel di New York pada Senin siang, sementara minyak mentah Brent turun 26 cents di London menjadi $63 per barrel.

Sumber : news.bbc.co.uk