Select Page

Rangkuman Mailing List Migas Indonesia mengenai HSE untuk bulan Februari 2006 ini membahas tentang prosedur keadaan darurat untuk gedung berlantai 40 atau lebih.

Rangkuman Mailing List Migas Indonesia mengenai HSE untuk bulan Februari 2006 ini membahas tentang prosedur keadaan darurat untuk gedung berlantai 40 atau lebih.

Apa yang harus dilakukan oleh orang yang bekerja di gedung yang berlantai lebih dari 40 lantai jika terjadi emergency situation (gempa atau kebakaran)? Sangat tidak bijaksana jika dalam keadaan darurat, orang-orang tersebut harus turun ke bawah dengan menggunakan emergency stairway (tangga darurat) mengingat waktu tempuh yang akan dilalui akan cukup lama (juga karena dalam keadaan darurat orang tidak boleh mempergunakan lift / elevator).

Secara praktis, ada beberapa data primer yang harus didapat untuk menetapkan proses evakuasi penghuni gedung adalah:

  1. Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk orang berpindah dari tempat duduknya / pada ruangan tertentu atau pekerjaan tertentu pada di lantai tertentu menuju lokasi titik kumpul.
  2. Jumlah penghuni dari setiap lantai … mulai dari penghuni tetap sampai dengan jumlah tamu, atau juga jumlah penghuni temporary
  3. Kesesuaian dari emergency access
  4. Jika untuk potensi emergency karena kebakaran, setiap lantai harus dilihat secara detail potensi-potensi yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran.
  5. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menghambat jalannya proses evakuasi, seperti kepanikan atau tidak mau mendengarkan perintah
  6. Kesiapan dan kesigapan dari tim pengendali dan supporting untuk menyukseskan proses evakuasi.

Untuk lebih lengkapnya silahkan dilihat dalam file berikut :

Share This