Select Page

Presiden Rusia, Vladimir Putin tiba pada Selasa dalam kunjungannya ke China untuk pembicaraan mengenai pembangunan pipa pengiriman minyak Siberia.

Penulis asli : MIKE ECKEL

Presiden Rusia, Vladimir Putin tiba pada Selasa dalam kunjungannya ke China untuk pembicaraan mengenai pembangunan pipa pengiriman minyak Siberia untuk bahan bakar China dan ini adalah pertemuan kelimanya dalam setahun dengan presiden China.

Baik Tokyo maupun Beijing — pembeli utama migas Rusia — telah melakukan manuver keras untuk rute terbaik 2.550-mil pipa East Siberian-Pacific. Untuk saat ini, China mengimpor minyak Rusia lewat rail.

Kedua negara juga telah bergerak untuk memperdalam ikatan politik setelah tahun-tahun penuh kecurigaan Perang Dingin. Keduanya telah berjanji pada ‘dunia multikutub’ dan tahun lalu memperingatkan bangsa lain atas usaha untuk mendominasi hubungan global dan mencamputi urusan domestik bangsa yang berdaulat.

‘Kami tidak menjatuhkan sudut pandang kami, kami tidak pernah ‘melenturkan otot kami‘, kecuali konsisten mendukung pendekatan diplomatis dan politis untuk menenangkan konflik,’ mengutip perkataan Putin.

Pada bulan Agustus, kedua negara mengadakan latihan militer, seberapa jauh hubungan kedua mantan lawan ini sejak 1960-an, ketika mereka berperang untuk perbatasan.

Putin dan Hu juga diharapkan untuk membahas perselisihan program nuklir Iran dan Korea Utara.

Rusia dan China, yang merupakan anggota DK PBB dan telah lama mendukung Teheran, menginginkan pendekatan yang lebih hati-hati untuk mengendalikan ambisi nuklir Iran. Rusia memiliki tawaran untuk memroses uranium untuk Iran dalam usahanya untuk memecahkan negosiasi yang buntu.

Rusia dan China juga merupakan partisipan dalam pembicaraan pelucutan senjata dalam program nuklir Korea Utara, bersama dengan US, Jepang dan Korea Selatan.

Sumber : www.newsone.ca

Share This