Select Page

Minyak mendekati $ 64, Jumat, menjaga perolehan $ 2 atas kekhawatiran pasokan Nigeria dan harapan bahwa US akan melihat inventori yang menipis karena menghadapai musim pemeliharaan.

Penulis asli : Chen Aizhu

Minyak mendekati $ 64, Jumat, menjaga perolehan $ 2 atas kekhawatiran pasokan Nigeria dan harapan bahwa US akan melihat inventori yang menipis karena menghadapai musim pemeliharaan.

Minyak mentah ringan US untuk pengiriman Mei turun 7 cents pada $ 63.84 per barrel, menjaga $ 2.14, atau 3.5 %, yang diperoleh Kamis. Dan mencapai puncak $ 64.33 pada Jumat, tertinggi dalam 6,5 minggu.

Minyak mentah brent London turun 11 cents pada $ 63.16 setelah kenaikan $ 1.76 hari sebelumnya.

‘Deklarasi force majeure oleh Eni atas ekspor minyak mentah Nigeria, dukungan teknis yang kuat dan beberapa reaksi yang tertunda atas data stok US kemarin mendorong harga ke arah yang sama,’ kata David Thurtell dari Commonwealth Bank of Australia di Sydney.

Perusahaan energi Italia, Eni mengatakan tidak dapat memenuhi komitmen ekspor minyak mentah dari terminal Brass River, Nigeria, sekitar 200.000 barrels per hari (bpd), setelah serangan atas pipanya minggu lalu.

Ledakan pipa ini menutup 75.000 bpd produksi Nigeria Eni, tapi perusahaan mengatakan pada Kamis bahwa jika semua berjalan baik, itu bisa diperbaiki dalam seminggu.

Ekspor dari Nigeria, salah satu anggota OPEC dan produsen terbesar Afrika, telah dihentikan oleh serangan pada instalasi minyaknya.

Royal Dutch Shell dan perusahaan lainnya telah menutup 630.000 bpd produksinya, 26% dari kapasitas di eksportir minyak mentah terbesar ke-8 dunia ini.

Minggu Bergejolak

Minyak mengalami minggu bergejolak dengan rentang harga $ 60-$ 64 karena pasar tersentak antara stok minyak mentah US yang melimpah dan masalah geopolitik, termasuk tekanan atas program nuklir Iran.

Walaupun kejutan pengurangan stok minggu lalu, inventori minyak mentah US diam dekat level tertinggi dalam 7 tahun, atau 9% diatas level tahun lalu.

Tapi, traders tampak merubah fokus untuk mengharapkan produksi pengilangan yang lebih rendah karena rencana pengerjaan pemeliharaan dan perpanjangan outage yang tidak direncanakan.

Exxon Mobil Corp. akan menutup pekerjaan rutin unit produksi gasolin di pengilangan terbesar di US pada bulan Mei.

Sementara shutdown selama sebulan atas unit di pengilangan 564.000-bpd di Baytown, Texas, adalah untuk jadwal pemeliharaan, pasar sensitif atas segala gagguan pasokan gasolin dari plant US menuju periode permintaan puncak selama musim panas.

Exxon juga menutup pada Rabu malam sebuah unit dan coker minyak mentah di pengilangan di Baton Rouge, Louisiana, walaupun tidak dikonfirmasi. Shutdown terjadi saat stok gasolin US turun 2,3 juta barrel dalam minggu hingga 17 Maret, lebih dari dua kali lipat perkiraan konsensus, karena impor yang menurun dan permintaan perusahaan, menurut Department of Energy.

Dan pengilangan 460,000-bpd BP di Texas, yang rusak karena ledakan mematikan hampir setahun lalu, berada di tengah restart dalam triwulan ke-2 dan hanya memompa bahan bakar, menurut eksekutif perusahaan minggu ini.

Stok gasolin, sebanyak 221,6 juta barrel, 2,5 juta barrel atau 1.1% di atas setahun lalu.

Sumber : www.alertnet.org

Share This