Select Page

Perusahaan minyak nasional Venezuela, Petroleos de Venezuela SA melaporkan telah menutup (shut down) lapangan minyak La Ceiba, ExxonMobil Corp. di Venezuela dengan menunda pengangkutan sekitar 12.000 b/d produksi.

Penulis asli : Peter Howard Wertheim

Perusahaan minyak nasional Venezuela, Petroleos de Venezuela SA melaporkan telah menutup (shut down) lapangan minyak La Ceiba, ExxonMobil Corp. di Venezuela dengan menunda pengangkutan sekitar 12.000 b/d produksi.

Juru bicara ExxonMobil, Richard N. Bailey mengatakan telah menerima sebuah e-mail peringatan dari PDVSA akan penutupan tersebut. Perusahaan memohon kepada Kementrian Energi dan Pertambangan untuk penghentian produksi sementara yang aman.

Petro-Canada, rekan 50-50 ExxonMobil di La Ceiba, mengatakan produksinya telah dihentikan.

PDVSA tidak memberikan alasan akan keputusannya untuk menghentikan pengisian minyak dari La Ceiba, tapi aksi ini adalah yang terakhir dalam serangkaian acara yang ditargetkan ExxonMobil, perusahaan minyak besar satu-satunya yang menantang peningkatan royalti 2004 dalam produksi minyak berat dan satu-satunya yang menjual sahamnya di lapangan untuk menghindari keharusan menegosiasikan kontrak baru dengan PDVSA sebagai operator.

ExxonMobil, operator La Ceiba, telah menghentikan investasi dan telah menunda pengeboran di negeri ini. PDVSA bulan lalu telah menghapus ExxonMobil dari proyek petrokimia multimilyar dollar, menjaga perusahaan yang menunda peluncuran proyek.

PDVSA melaporkan 1 Maret bahwa ExxonMobil telah menjual 25% sahamnya di lapangan La Ceiba-Quiamare, Venezuela kepada Repsol YPF SA. Lapangan yang berlokasi di Anzoategui ini memroduksi sekitar 15.000 b/d minyak.

PDVSA mengatakan Repsol YPF telah setuju untuk migrasi syarat-syarat dalam kontrak untuk kerja sama dan bahwa PDVSA akan memegang kendali, sesuai dengan perubahan terdahulu dalam hukum hidrokarbon negara itu. Repsol YPF telah memegang sisa saham 75% di kompleks lapangan La Ceiba-Quiamare dan telah membeli sisa 25% dari perwakilan lokal ExxonMobil, Ampolex Venezuela.

ExxonMobil merupakan yang terkahir memegang 32 kontrak servis yang awalnya dikeluarkan untuk privatisasi operator untuk produksi miyak di Venezuela. Dan menolak untuk menerima ultimatum kementrian perminyakan untuk mentransfer sahamnya dalam kompleks lapangan akhir 2005 dan tidak mau mengijinkan PDVSA untuk mengambil kendali aset.

PDVSA sekarang memegang rata-rata 60% saham dalam 32 perjanjian kerja samanya, yang mewakili sekitar 532.000 b/d produksi minyak.

PDVSA mengatakan dalam bulan Januari telah menunjuk 32 komite eksekutif untuk mensupervisi operasi dalam joint ventures baru dengan operator asing untuk memastikan kesinambungan aktivitas.

Menteri Energy dan Perminyakan dand Presiden PDVSA, Rafael Ramirez mengatakan, ‘Dari 1 Januari 2006, tidak akan ada lagi perjanjian operasi, hanya joint ventures. Kami telah merancang 22 perjanjian transisional dengan sejumlah perusahaan. Komite eksekutif akan terdiri dari 5 anggota : 3 dari PDVSA dan 2 operator yang telah memigrasikan kontraknya untuk operasi bersama.’

Ramirez mengatakan dia yakin perusahaan-perusahaan lain di Venezuela akan menyelesaikan migrasi kontraknya sebelum akhir tahun. Kalau tidak, katanya, PDVSA akan melakukan operasi.

‘Venezuela akan memperoleh hampir $ 3 milyar berbeda dengan 2005 mengeluarkan $ 4 milyar untuk perjanjian operasi,’ katanya. ‘Seperti dikatakan konstitusi republik, tidak ada seorang pun yang bisa berkompromi untuk cadangan minyak Venezuela, semua adalah milik negara.’

Sumber : ogj.pennnet.com

Share This