Select Page

Kenya menginginkan pembangunan pipa dari Sudan Selatan ke kota pantai Lamu untuk mengirimkan minyak ke pasar regional dan dunia.

Penulis asli: Anthony Kamau

Kenya menginginkan pembangunan pipa dari Sudan Selatan ke kota pantai Lamu untuk mengirimkan minyak ke pasar regional dan dunia.

Dalam presentasinya kepada pejabat pemerintah Sudan Selatan pada konferensi investasi baru-baru ini di Nairobi, managing director Kenya Pipeline Corporation, George Okungu mengatakan dekatnya Kenya ke laut dan pengalaman dalam manajemen pipa membantu pelabuhan Lamu – berlawanan dengan Pelabuhan Sudan di Laut Merah – sebagai pelabuhan ekspor untuk minyak Sudan Selatan.

Mr Okungu mengatakan jarak dari Kapoeta ke Mombasa 1.020 km, dibandingkan dengan 4.500 km ke Pelabuhan Sudan.

Katanya posisi regional Kenya memberi Sudan Selatan keuntungan non-paralel dalam keunggulan waktu dan memperkuat perjanjian bisnis yang penting.

Menteri Energi Kenya, Henry Obwocha mengatakan jumlah impor produk minyak tahunan negara-negara Afrika Timur hingga 3 juta ton seharga $ 2,5 milyar atau 25% dari total impor.

Kenya mempresentasikan proposal dimana ia akan bekerja sama dalam membangun pipa dengan pemerintah Sudan Selatan.

Proposal ini menempatkan keamanan pasokan dan penurunan ketergantungan minyak dari Timur Tengah sebagai insentif untuk Kenya dan negara-negara lainnya di wilayah Great Lakes untuk mengambil cadangan.

Saran Lamu sebagai pelabuhan tujuan dan pengiriman dalam memberi pelajaran. Laporan terdahulu mengatakan mungkin ada cadangan minyak di area tersebut. Begitu Kenya menemukan minyak di wilayah tiu, Sudan bisa memperoleh keuntungan seperti fasilitas pengiriman atau pengilangan di Mombasa.

KPC juga akan membangun fasilitas penyimpanan untuk minyak mentah dan minyak putih (white oil) di Lamu dan menghubungkan pipa ke pipa yang telah beroperasi dan menuju Kenya Barat.

Pipa alternatif bercabang dari jalur utama KPC di Eldoret melalui Lokichoggio ke kota Juba di Sudan Selatan seperti disarankan.

November lalu, Kenya dan Sudan menandatangani memorandum of understanding dimana Sudan Chamber of Commerce mengundang perusahaan dari berbagai sektor, diantara mereka adalah dari sektor pembangunan dan konstruksi, melalui Kenya Chamber of Commerce and Industries, untuk berpartisipasi dalam Afro Arab Trade Fair.

Sudan dilaporkan bersedia membantu perusahaan-perusahaan Kenya untuk membangun dan memperkuat jaringan distribusi mereka di Sudan, sebuah negara yang selalu mencari pasokan barang dan jasa dari utara.

KPC meningkatkan kapasitas pemompaan dari 440 m3/jam menjadi 880 m3/jam dan menawarkan (bid) untuk konstruksi 4 stasiun pemompaan baru yang diharapkan selesai bulan Mei.

Juga membangun 320 km pipa dari Eldoret-Kampala dengan biaya $ 120 juta.

Sumber : allafrica.com

Share This