Ada berbagai type contract yang bisa digunakan, tapi pilihan akhirnya akan tergantung pada kebutuhan dan situasi pemilik proyek.

Walaupun tidak tepat benar, memilih jenis contract bisa dianalogikan dengan memilih sepatu. Ada banyak jenis sepatu tersedia di pasaran, tetapi sebelum memutuskan untuk membeli, kita harus mempertimbangkan sepatu tersebut diperlukan untuk kegiatan apa. Ada sepatu yang cocok untuk jogging, ada safety shoes untuk bekerja di proyek, ada sepatu casual untuk jalan-jalan santai, ada sepatu formal untuk menghadiri acara resmi. Apa ada satu jenis sepatu yang cocok untuk semua kegiatan ? Rasanya belum ada.

Demikian juga dalam memilih jenis contract. Ada berbagai type contract yang bisa digunakan, tapi pilihan akhirnya akan tergantung pada kebutuhan dan situasi pemilik proyek.

Umumnya, ada 3 target yang ingin dicapai dalam suatu proyek :

  1. Biaya ekonomis ( tidak harus biaya terendah )
  2. Kualitas pekerjaan
  3. Jangka waktu penyelesaian

Sayangnya, ketiga target diatas tidak selalu dapat dipenuhi oleh suatu jenis contract tertentu. Karena itu, dalam memilih jenis contract, pemilik proyek perlu menentukan apa yang menjadi target utamanya.

Penjelasan lebih lengkap dapat dilihat dalam file berikut :