Select Page

Kebocoran gas bisa berpotensi mengancam kehidupan di rumah, tapi kehadiran gas yang keluar dari tanaman juga demikian. Professor Mike Steven dan koleganya dari University of Nottingham telah menemukan bahwa perubahan dalam sifat fisik tanaman bisa berperan sebagai peringatan dini akan kebocoran pipa gas alam.

Kebocoran gas bisa berpotensi mengancam kehidupan di rumah, tapi kehadiran gas yang keluar dari tanaman juga demikian. Professor Mike Steven dan koleganya dari University of Nottingham telah menemukan bahwa perubahan dalam sifat fisik tanaman bisa berperan sebagai peringatan dini akan kebocoran pipa gas alam.

‘Studi kami adalah mengenai pengujian kemampuan sistem jarak jauh satelit untuk memonitor kebocoran gas melalui spektrum cahaya yang dipantulkan dari tanaman, yang berubah ketika tanaman tertekan’, kata Steven. ‘Sebuah gambar tekanan satelit yang merespon vegetasi seharusnya mengidentifikasi kebocoran gas, paling tidak berperan sebagai laporan visual dari helikopter, metode yang dipakai sekarang, dan akan lebih aman dan mungkin lebih murah.’ Steven akan mempresentasikan penelitiannya pada Kamis, 6 April pada Pertemuan Utama Tahunan Society for Experimenta di Canterbury.

Di Inggris pada 2001, emisi metana dari sistem distribusi gas adalah 16% dari total emisi metana Inggris; kerugian tersebut bukan hanya mahal untuk distributor gas, tapi juga bisa memberi kontribusi terhadap pemanasan global, karena metana memiliki poternsi pemanasan global sekitar 8 kali CO2. Ketika akar tanaman sangat membutuhkan oksigen, tekanan terhadap tanaman dapat diukur dari kualitas spektral dari cahaya yang dipantulkan dari dedaunan, bahkan sebelum tanaman terlihat tertekan. Di sekitar area kebocoran gas, metana yang lepas mengakibatkan akar tanaman tidak bisa memperoleh oksigen yang cukup sehingga bagian aerial tanaman tampak tertekan dalam gambar satelit yang mendeteksi pantulan cahaya.

Teknologi penginderaan jarak jauh ini dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis tekanan yang menyebabkan asfiksasi akar tanaman. Steven dan koleganya telah mempertimbangkan penggunaan lain untuk sistem deteksi. Satu jenis aplikasi mungkin bisa mendeteksi kebocoran CO2 dari penyimpanan bawah tanah yang digunakan sebagai skema penangkap dan penyimpanan karbon. Penyimpanan ini dibuat untuk membantu mencegah pemanasan global: argumennya adalah jika CO2 disekuestrasi tak terbatas di reservoir dalam tanah, maka tidak bisa berperan untuk mengabsorbsi panas dalam atmosfer bumi.

‘Penelitian kami sendiri berusaha untuk menjawab masalah yang berhubungan dengan keamanan dan kemampuan menerima publik: Akankah ada kebocoran? Apa dampak lingkungan dari kebocoran ini? Dapatkah kita mendeteksi kebocoran?’ kata Steven.

Sumber : www.sciencedaily.com / Society for Experimental Biology

Share This