Select Page

Banjir dan tanah longsor akibat hujan di Bolivia telah merusakkan 800 m bagian pipa kondensat di Bolivia dan menciptakan masalah pasokan gas di Brazil.

Penulis asli : Peter Howard Wertheim

Banjir dan tanah longsor akibat hujan di Bolivia telah merusakkan 800 m bagian pipa kondensat di Bolivia dan menciptakan masalah pasokan gas di Brazil.

Kerusakan pipa ini mendorong penghentian output gas dari lapangan San Antonio dan Margarita dan menurunkan throughput pipa gas alam Bolivia-Brazil hingga 19 juta m3/hari dari 26 juta m3/hari, menurut Petroleo Brasileiro SA (Petrobras). Perusahaan negara ini memegang interest dan mengoperasikan bagian pipa kondensat yang rusak dan sistem transportasi dan produksi gas terintegrasi.

Kementrian energi Brazil menurunkan pengiriman gas ke generator tenaga listrik dan perusahaan distribusi lokal. Pendistribusian ini mempengaruhi 11 kilang milik Petrobras.

Perbaikan pipa telah tertunda karena aksi protes di Bolivia, yang telah menutup jalan yang digunakan oleh kru perbaikan pipa, kata Petrobras. Para pemrotes menginginkan royalti yang lebih tinggi untuk wilayah Chaco di selatan Bolivia dimana lapangan produksi gas terbesar berlokasi.

Sumber : ogj.pennnet.com

Share This