Select Page

Perusahaan negara Indonesia, PT Pertamina mendapat kesulitan untuk memenuhi kontrak dengan perusahaan-perusahaan lokal untuk pasokan gas alam walaupun berencana untuk meningkatkan pengiriman gas domestik jika pipa baru dibuka bulan Juli.

Penulis asli : Eric Watkins

Perusahaan negara Indonesia, PT Pertamina mendapat kesulitan untuk memenuhi kontrak dengan perusahaan-perusahaan lokal untuk pasokan gas alam walaupun berencana untuk meningkatkan pengiriman gas domestik jika pipa baru dibuka bulan Juli.

Pertamina telah melaporkan kesulitan memenuhi permintaan pabrik Pupuk Kujang IA untuk terus memasok 30-34 MMcfd gas hingga 30 April.

Juru bicara Pertamina, Mochamad Harun mengatakan Pertamina tidak bisa memenuhi permintaan tanpa menjalankan resiko kegagalan atas obligasi kontrak dengan perusahaan lain.

Katanya perusahaan-perusahaan itu termasuk PT Krakatau Steel dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN), yang membawa gas Indonesia ke Singapura.

Harun tidak menyebutkan pengaruh pada penjualan di Singapura tapi mengatakan Pertamina menghadapi kekurangan gas 48 MMcfd atas permintaan di Jawa Barat. Katanya permintaan dari Pupuk Kujang IA akan meningkatkan kekurangan itu menjadi 82 MMcfd.

Pertamina dan rekan-rekannya memproduksi 1,1 bscfd gas untuk pasar lokal, sekitar setengahnya untuk pelanggan di Jawa Barat. Pertamina mengatakan berencana untuk meningkatkan pasokan bulan Juli atas penyelesaian fase pertama pipa gas Sumatera Selatan – Jawa Barat.

Dalam fase itu, jalur ini diproyeksikan untuk mengirimkan 250 MMcfd gas selama 20 tahun dari lapangan gas Pagardewa, Pertamina, di Sumatera Selatan ke Serpong di Jawa Barat untuk penggunaan perusahaan kecil dan menengah.

Oktober lalu, PGN memberikan sebuah kontrak senilai ¥17 milyar pada Nippon Steel Corp. untuk konstruksi 105-km, 80-cm pipa bawah laut yang menghubungkan Sumatera dan Jawa, dan kontrak senilai ¥20 milyar kepada JFE Engineering Corp. untuk 270-km bagian land trunk di jalur Sumatera.

Dalam fase kedua proyek, PGN bermaksud untuk memenuhi permintaan gas untuk power plants PLN di Muara Karang, Tanjung Priok, dan Muara Tawar.

Proyek ini terdiri dari 3 bagian pipa: Grissik-Pagardewa (185 km onshore; 36-in.); Labuhan Maringgai-Muara Tawar-Muara Karang Transmission (18 km offshore, 32-in.); dan Pagardewa¿Labuhan Maringgai Looping (270 km onshore; 32-in.).

Pada Agustus 2004, ConocoPhillips (Grissik) Ltd., operator lapangan gas Suban di Blok Corridor PSC, Sumatera Selatan, termasuk perjanjian penjualan gas dengan PGN dimaksudkan untuk mengarahkan ke ekspansi fase kedua fasilitas pemrosesan dan produksi di lapangan, juga pipa pengiriman baru.

Sumber : ogj.pennnet.com

Share This