Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal, Tsutomu Takebe, mengkritik Beijing, Minggu, atas laporan berita bahwa otoritas maritim China telah melarang lalu lintas kapal di Laut China Timur dekat garis median dengan Jepang sementara ia mengekspansi lapangan gas Pinghu.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal, Tsutomu Takebe, mengkritik Beijing, Minggu, atas laporan berita bahwa otoritas maritim China telah melarang lalu lintas kapal di Laut China Timur dekat garis median dengan Jepang sementara ia mengekspansi lapangan gas Pinghu.

Menurut narasumber Kedubes Jepang di Beijing, area yag diperebutkan, garis median antara kedua negara dan meluas ke perairan Jepang menentukan domain eksklusifnya.

Selama program Fuji TV, Minggu pagi, Takebe mengekspresikan ‘penyesalannya’ atas pergerakan China ini, mengatakan Tokyo akan mengajukan protes formal jika laporan ini dikonfirmasi.

Narasumber Kedubes mengatakan pemerintah Jepang menyelidiki dengan pihak China untuk mengkonfirmasi fakta situasi ini.

NHK mengutip Menteri Luar Negeri, Taro Aso yang mengatakan, Minggu, bahwa ia belum mendengar pergerakan China dan tidak bisa berkomentar.

Jepang menganggap garis median memisahkan kedua negara pada 200-nautical-mile exclusive economic zones.

Tujuan ekspansi ini, yang berakhir hingga 30 September, adalah untuk memasang pipa dan kabel di dasar laut, menurut Web site.

Sebagian dari lapanga Pinghu, China telah mengatakan lapangan Chunxiao, sebuah lapangan gas yang terletak di selatan Pinghu dan sedang dalam pembangunan China, akan memulai operasi komersial dalam semester pertama tahun ini.

Jepang takut jika pembangunan lapangan gas China akan megalihkan sumber di garis median pihak Jepang. Walaupun pemerintah memberikan hak pengeboran pada Teikoku Oil Co. tahun lalu, tapi belum mulai mengebor karena masalah keamanan.

Pertumbuhan ekonomi China yang pesat hingga hampir 10% per tahun sejak 1995 telah mengakibatkan permintaan sumber daya.

Sumber : search.japantimes.co.jp