Chad telah menunda penghentian produksi minyaknya, sebuah ancaman yang dibuat minggu lalu untuk memrotes pembekuan dana Bank Dunia yang dipegang oleh Citibank di London.

Penulis asli : Eric Watkins

Chad telah menunda penghentian produksi minyaknya, sebuah ancaman yang dibuat minggu lalu untuk memrotes pembekuan dana Bank Dunia yang dipegang oleh Citibank di London.

Menteri Komunikasi, Hourmadji Moussa Doumgor mengatakan Chad akan menutup produksi minyaknya akhir April dan bukan pertengahan bulan jika Blok Dunia tidak mencairkan account.

‘Pemerintah Chad telah memutuskan untuk menunggu pemadaman tap hingga akhir mediasi Amerika,’ kata Doumgor dalam sebuah pernyataan.

Doumgor mengatakan perdana menteri Chad bertemu dengan Dubes US ‘untuk mengumumkan bahwa pemerintah memberikan sambutan yang baik atas tawaran mediasi dari pemerintah Amerika dan bahwa ia telah memutuskan untuk memberikan tambahan waktu untuk mediasi menurut waktu yang ditetapkan oleh US State Department—yaitu hingga akhir April.’

Pernyataan itu tampaknya membatalkan ucapannya akhir minggu lalu oleh Menteri Perminyakan, Mahamat Nasser Hassan yang mengatakan bahwa 1.000-km pipa yang krusial, yang terbentang melalui Kamerun ke Teluk Guinea, akan ditutup 18 April, kecuali konsorsium ExxonMobil Corp.-led membayar $ 100 juta pada pemerintah.

Ancaman ini dipahami sebagai cara mengakhiri kebuntuan yang diciptakan oleh pembekuan account Citibank oleh Bank Dunia.

Pemerintah Chad awalnya menetapkan 18 April sebagai tanggal untuk menghentikan produksi minyak karena ketidaksetujuan, yang dimulai Januari ketika Bank Dunia menunda paket bantuan dan membekukan account Citibank, sebagai balasan atas perubahan hukum Chad yang telah mengalokasikan bagian pendapatan minyak untuk pengeluaran sosial.

Pemerintah mengklaim perubahan hukum itu disebabkan karena ia perlu mengakses dana lebih cepat untuk menutupi prioritas lain, termasuk pengeluaran untuk keamanan.

Konfrontasi dengan Bank Dunia terjadi saat pemberontak, yang diduga mencari cara untuk mengkudeta Presiden Idriss Déby dan mengacaukan pemilihan yang dijadwalkan 3 Mei, minggu lalu menyerang N’Djamena, ibukota Chad. Angkatan bersenjata pemerintah memukul mundur serangan setelah beberapa jam pertempuran.

Sumber : ogj.pennnet.com