Select Page

Kepala monopoli pipa Rusia bersikeras, Kamis, bahwa pipa minyak yang kontroversial yang akan melewati Danau Baikal dalam rutenya ke Asia tidak berbahaya terhadap danau air tawar terbesar dunia ini.

Kepala monopoli pipa Rusia bersikeras, Kamis, bahwa pipa minyak yang kontroversial yang akan melewati Danau Baikal dalam rutenya ke Asia tidak berbahaya terhadap danau air tawar terbesar dunia ini.

Kepala Transneft, Semyon Vainshtok juga mengatakan 4.100-km (2.550-mil) pipa akan disambut oleh wilayah yang dilewatinya.

‘Terdapat pengukuran yang telah kami ambil dalam proyek ini tidak memungkinkan minyak melewati danau Baikal,’ Vainshtok mengatakan pada Ekho Moskvy radio.

Para ahli lingkungan mengatakan pipa, yang melewati kurang dari 1 km dari Baikal, bisa menghancurkan ekologi unik danau jika terjadi tumpahan.

Vainshtok lalu mengatakan bahwa dalam skenario terburuk perusahaan, hanya beberapa barrel minyak mentah bisa meresap ke dana-yang disebutnya sebuah fraksi dari 500 ton minyak yang memasuki danau tiap tahunnya melalui kebocoran.

Pipa 1,6 juta-barrel-per-hari ini dijalankan dari wilayah Irktsk, Siberia, hingga ke wilayah Amur di perbatasan China. Minyak mentah akhirnya akan dikirimkan melalui pipa ke pantai Pasifik Rusia, menuju selatan ke China.

Vainshtok mengatakan ukuran keamanan meliputi teknologi pengawasan seismik terbaru, dan kapal berkecepatan tinggi dan sebuah kereta yang dilengkapi untuk bereaksi cepat terhadap kecelakaan.

‘Kami benar-benar terbuka ketika perencanaan rute ini,’ kata Vainshtok. ‘Banyaknya penduduk di wilayah ini menunggu Transneft. Ini artinya lowongan kerja, sebuah kebijakan sosial.’

Mencapai lebih dari 5.300 kaki (1.620 m) di titik terendahnya, Danau Baikal mengandung 1/5 air tawar dunia dan hingga 1.500 spesies unik tanaman dan hewan.

Sumber : www.chron.com

Share This