Select Page

Sojitz Corp. dan Sumitomo Corp., Jepang berencana untuk berpartisipasi dalam proyek LNG Olokola, Nigeria, bersama dengan Nigerian National Petroleum Corp., Chevron Corp., Shell Gas & Power Developments BV, dan BG Group.

Penulis asli : Eric Watkins

Sojitz Corp. dan Sumitomo Corp., Jepang berencana untuk berpartisipasi dalam proyek LNG Olokola, Nigeria, bersama dengan Nigerian National Petroleum Corp., Chevron Corp., Shell Gas & Power Developments BV, dan BG Group.

Perjanjian dasar telah tercapai untuk LNG Japan Corp., sebuah joint venture dari Sojitz dan Sumitomo, untuk mengakuisisi 3% saham dalam operasi dari NNPC.

Tahap pertama proyek adalah untuk membangun fasilitas yang mampu memroduksi 11 juta ton/tahun LNG untuk tahun 2010, dengan total biaya diperkirakan mencapai $ 7 milyar.

LNG Jepang, yang berencana menjual 330.000-ton/tahun bagian LNG -nya dari proyek di US dan Eropa, akan bertanggung jawab untuk sekitar ¥ 25 milyar modal investasi, ekuivalen terhadap interest dalam operasi.

Awal April, NNPC menyetujui pemberian kontrak senilai $ 14,5 juta untuk front-end engineering design Olokola LNG kepada Delta Afrik Engineering Ltd., yang dimiliki bersama oleh Deltatek Engineering Ltd. dan Worley Parsons.

Delta Afrik juga akan mengkonstruksi platform produksi besar, platform living quarter, dan flare dan jembatan untuk Olokola LNG.

Pada April 2005, Chevron Nigeria Ltd. menandatangani sebuah memorandum of understanding dengan NNPC, BG, dan Shell Gas & Power untuk melaksanakan dan mengevaluasi sebuah studi kelayakan potensi proyek Olokola LNG.

Shell mengatakan bahwa proyek ini adalah hasil dari 2 studi yang dilakukan oleh Chevron, BG, dan Shell, yang diusulkan untuk NNPC, pembangunan proyek LNG greenfield di area Olokola berdasarkan pelabuhan perairan dalam alami dan alasan teknis lainnya. Dikatakan pengiriman target proyek dijadwalkan 2009 dan 2010.

Model integrasi dipilih, termasuk 4-train, proyek 20 juta ton/tahun; kepemilikan bersama semua fasilitas, kecuali untuk train individual; teknologi tunggal dan operator tunggal; strategi kontrak engineering, procurement, dan construction yang umum; dan sebuah perjanjian bahwa pemilik train individual membeli umpan gas sendiri dan menjual LNG-nya.

Shell mengatakan akan ada perusahaan fasilitas umum yang dikenal dengan OKLNG, juga perusahaan operasi, OKLNG OpCo.

Sumber : ogj.pennnet.com

Share This