Pemerintah Pakistan akan mengundang penawaran dari investor internasional untuk membangun $ 1,3 milyar pengilangan minyak di tenggara provinsi Balochistan setelah Iran menolak untuk melaksanakan proyek ini.

Pemerintah Pakistan akan mengundang penawaran dari investor internasional untuk membangun $ 1,3 milyar pengilangan minyak di tenggara provinsi Balochistan setelah Iran menolak untuk melaksanakan proyek ini.

Sekitar 2.000 acre lahan diakuisisi di Khalifa Point di area pantai Pusat untuk Pakistan-Iran venture, Balochistan, tapi tahun 2002 Teheran telah menolak untuk membantu dalam pembangunan pengilangan, yang dikatakan tidak memiliki rate of return.

Menurut sumber resmi, kementrian perminyakan sekarang telah mengindikasikan bahwa lahan yang diakuisisi oleh Petroleum and Petrochemical Corporation (Perac) di Khalifa Point, Balochistan, untuk pengilangan itu tersedia.

Kementrian perminyakan berencana untuk mencari proposal dari para investor melalui penawaran internasional yang kompetitif untuk menentukan state-of-the-art pengilangan deep-conversion di Khalifa Point dalam basis ‘Build-Own-Operate’, menurut sumber tersebut.

Pada 16 Mei 1991, Pakistan dan Iran telah menandatangani sebuah perjanjian untuk menginisiasi proyek, dengan kapasitas untuk mengilang 120.000 barrel minyak mentah per hari, tapi kemudian Teheran mundur.

Permintaan produk petroleum Pakistan saat ini adalah sekitar 16 juta metrik ton per tahun, 82% dari yang bisa dipenuhi lewat impor (miyak mentah dan produk jadi) dan sisanya melalui sumber asli. Kapasitas pengilangan total negara ini adalah sekitar 12,8 juta ton.

Proyeksi permintaan dan penawaran energi mengindikasikan bahwa tahun 2011-12, total defisit produk petroleum di negara itu akan lebih dari 9 juta dan 11 juta ton, masing-masing.

Sumber : timesofindia.indiatimes.com