Minyak Diperdagangkan Diatas $71 Karena US Menekan Sanksi atas Iran

Penulis asli : Gavin Evans

Minyak Diperdagangkan Diatas $71 Karena US Menekan Sanksi atas Iran

Minyak mentah diperdagangkan diatas $ 71 per barrel di New York setelah Sekretaris Negara Condoleezza Rice mengatakan US akan terus menekan sanksi atas Iran di PBB.

Iran sedang ‘bermain” dalam penawaran terakhirnya untuk menegosiasikan pengayaan uranium, kata Rice dalam program ‘This Week” ABC kemarin. Perhatian bahwa Iran akan menghentikan pengiriman karena sanksi paksa PBB, membantu mendorong minyak ke rekor $ 75.35 per barrel bulan lalu.

‘Benar-benar tiada akhir dalam situasi dengan Iran,” kata Gerard Burg, ahli ekonomi energi dan mineral di National Australia Bank Ltd., Melbourne. ‘Selama Anda memiliki kekhawatiran ini atas Iran, harga tidak akan turun.”

Minyak mentah untuk pengiriman Juni pada $ 71,86 per barrel, turun 2 cents, dalam perdagangan elektronik after-hours di New York Mercantile Exchange pada 10 a.m. waktu Singapura. Harga saat ini 44% lebih tinggi daripada setahun lalu.

Harga menguat 1,3% pada 28 April setelah pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency, melaporkan bahwa tidak bisa mengkonfirmasi bahwa pengayaan uranium Iran tidak dimaksudkan untuk membuat senjata.

Menteri-menteri luar negeri 5 anggota tetap DK PBB, termasuk US dan China, akan bertemu di New York 9 Mei mendatang dengan Jerman untuk membahas krisis nuklir Iran, Agence France-Presse melaporkan 28 April, menyebut pejabat US State Department.

Iran mengatakan mempunyai hak untuk melakukan pengayaan nuklir dan bahwa program ini dimaksudkan untuk tujuan damai.

Minyak mentah minggu lalu jatuh 4,4% ditutup $ 71,88 pada 28 April.

Peran IAEA

Iran, yang telah menawarkan untuk menyediakan lebih banyak informasi jika perselisihan ditangani oleh IAEA, siap bernegosiasi dalam lingkup pengayaan nuklirnya dan bisa masih mempertimbangkan usulan Rusia untuk melakukan pengayaan bahan bakar dan mengirimkannya ke Iran, juru bicara kementrian Luar Negeri, Hamid Reza Asefi mengatakan di Teheran kemarin.

Iran siap menyediakan lebih banyak informasi untuk mengklarifikasi kekhawatiran IAEA 20 Mei, kata agensi PBB dalam laporan 28 April pada DK.

‘Sementara masalah Iran masih ada, mungkin tidak akan mencapai dibawah $ 70,” kata Tobin Gorey, analis komoditas di Commonwealth Bank of Australia Ltd., Sydney.

Minyak New York telah menguat 18% tahun ini, atas kekhawatiran akan perselisihan Iran dengan PBB serta serangan militan menghentikan output dari Nigeria, lebih dari 20%.

Pengeboman Nigeria

Militan Nigeria mengatakan bertanggung jawab atas serangan bom mobil dekat pengilangan Warri di Niger delta. Ledakan dekat tanker bahan bakar yang diparkir pada 29 April menghancurkan 4 mobil lainnya tanpa menyebabkan kerugian lain, AFP melaporkan, menyebut juru bicara pemerintah Sunny Areh.

Serangan militan pada bulan Februari atas pipa dan terminal ekspor Forcados yang dijalankan oleh Nigerian venture: Royal Dutch Shell Plc, menghentikan produksi minyak sebanyak 631.000 barrel per hari. Sekitar 500.000 barrels per hari tetap shut down, kata Menteri Perminyakan Edmund Daukoru pada 18 April.

Harga minyak jatuh dari rekor minggu lalu setelah pengilang US meningkatkan produksi gasolin, menurunkan kekhawatiran akan persediaan pasokan bahan bakar musim panas US. Permintaan gasolin US memuncak antara libur Memorial Day akhir Mei dan Labor Day awal September.

Gasolin untuk pengiriman Juni jatuh 0.97 cent, atau 0,5%, menjadi $ 2.0795 per gallon dalam perdagangan after-hours. Naik 1,6% menjadi $ 2.0892 pada 28 April, kenaikan pertama dalam 5 hari.

‘Pasar gasolin akan mengarahkan harga minyak” minggu ini, kata Kaname Gokon, analis komoditas di Okato Shoji Co., Tokyo. ‘Harga diharapkan diperdagangkan antara $ 70.50 dan $ 73.”

Produksi Bahan Bakar US

Produksi gasolin US naik 4,6% menjadi 8,5 juta barrel pada akhir minggu 21 April, tertinggi sejak Februari, kata Departemen Energi minggu lalu.

Pengilang menggunakan lebih dari 88,2% dari kapasitas pabriknya setelah mengembalikan unit dari perawatan (maintenance). Stok turun untuk 8 minggu, jatuh 1,9 juta barrel menjadi 200.5 juta barrel, 2,8% kurangnya dari rata-rata 5 tahun.

‘Saya kira kita belum melihat dasar pasokan gasolin,” kata Burg, National Australia. ‘Kecuali kita mempunyai kejutan kenaikan kapasitas utilisasi.”

Sumber : quote.bloomberg.com