Penawaran untuk pembangunan proyek ekstensi pipa minyak Kenya-Uganda telah mencapai tahap advance setelah pembukaan penawaran finansial di ibukota Uganda, Kampala baru-baru ini.

Penulis asli : Alex Bamukyaye

Penawaran untuk pembangunan proyek ekstensi pipa minyak Kenya-Uganda telah mencapai tahap advance setelah pembukaan penawaran finansial di ibukota Uganda, Kampala baru-baru ini.

Tapi, tekanan berkembang ditengah perusahaan yang berkompetisi, yang telah mencapai fase final di kantor pusat Kementrian Pembangunan Energi dan Mineral tempat penawaran dibuka oleh Komisi Koordinasi Bersama dengan pejabat energi dari Uganda dan Kenya.

Dari 6 perusahaan yang telah mencapai tahap sebelumnya, jumlahnya telah disusutkan menjadi 3 perusahaan setelah proposal finansialnya diperiksa.

Ketiga perusahaan itu adalah MISA/Shell Uganda Ltd, sebuah joint venture antara Madhvani Group dan Shell; Tamoil East Africa, sebuah perusahaan berbasis di Eropa yang dimiliki oleh Dutch Oilinvest Group (holding company untuk pemerintah Libya) dan China Oil Pipeline Engineering Corporation Ltd.

Inilah hasil penyusutan untuk tahap final proses penawaran. Komite kontrak yang dikelola bersama dengan pejabat dari Kenya dan Uganda telah merekomendasikan 3 untuk diselesaikan dalam waktu 3 bulan.

Perusahaan-perusahaan, sebagai bagian dari keperluan penawaran (bidding requirements), memberi instruksi pemenuhan, submisi penawaran secara komprehensif begitu mencapai 70%. Proses penawaran masih terbuka hingga akhir April.

Walaupun demikian, China Oil Pipeline Engineering Corporation Ltd tidak seperti rekannya, belum menyerahkan hal-hal yang diperlukan, kecuali dalam tahap awal.

Sebagai hasil, MISA/ Shell Uganda Ltd dan TAMOIL, meminta komite kontrak untuk mendiskualifikasi perusahaan, mengatakan belum memperluas ikatan untuk menutup periode kapan penawaran dibuka. Tapi, pejabat energi mengatakan perusahaan tidak akan didiskualifikasi.

Ketenangan terjadi ketika para ahli hukum mengklarifikasi, ‘semua penawaran valid hingga akhir bulan.’

Perusahan China memasukkan tarif Ush 24,5 per m3, biaya pembangunan US$ 125 juta dan IRR 15,5%. IRR adalah laju pengembalian investasi.

Tamoil East Africa ditetapkan untuk menyerahkan penawaran final pada 30 Agustus sementara MISA/ Shell Uganda Ltd dalam bulan Juli 2006.

Evaluasi oleh komite kontrak mengindikasikan bahwa Tamoil memasukkan tarif Ush 20 per m3. Dengan IRR 69% dan biaya modal US $ 71,2 juta.

Sementara While MISA dan Shell Uganda Ltd bergabung memberikan tarif Ush 23,9, dan biaya pembangunan US$ 125 juta dan IRR 14,5%.

Shell Uganda menggabungkan sumber daya dengan MISA (dealer dalam proyek komersial) untuk kontrak, diharapkan dimulai pada akhir tahun.

Setelah tahap final, komite kontrak, Business Week telah mempelajari, akan menentukan perusahaan terbaik untuk melakukan konstruksi pipa. Pengumuman final bisa kapan saja tapi, mengakibatkan kegelisahan diantara perusahaan yang berkompetisi.

Kenya dan Uganda dengan 24,5% saham masing-masing mengambil langkah dalam kesepakatan, diharapkan
memperoleh kembali investasi lebih cepat sebagai penawar dengan IRR tertinggi.

Jika selesai, Uganda mengharapkan menghemat biaya dalam mentransportasikan minyak dari pengilangan minyak Kenya menggunakan truk.

Konstruksi 320-km pipa minyak yang harus sudah beroperasi akhir 2007, seharusnya dimulai bulan Agustus. Tetapi, proses menghadapi kendala dari sifat alami proyek kedua negara.

Diantara 12 perusahaan awalnya pre-kualifikasi untuk pipa minyak: Indian Oil Corporation, Petronet India International, China Petroleum Pipeline Engineering Company, Petronet E.A. Consortium, TAMOIL East Africa, Zakhem Construction Kenya, MISA/SHELL dan Energem Petroleum Corporation.

Sumber : allafrica.com