Select Page

Harga minyak jatuh dalam perdagangan Asia setelah peningkatan tak terduga dalam cadangan US, walaupun kekhawatiran akan program nuklir Iran tetap ada, menurut para dealer.

Harga minyak jatuh dalam perdagangan Asia setelah peningkatan tak terduga dalam cadangan US, walaupun kekhawatiran akan program nuklir Iran tetap ada, menurut para dealer.

Pada 11.50 am (0350 GMT) waktu Singapura, kontrak utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Juni, turun 0.23 usd pada 72.05 usd per barrel dari penutupannya 72.28 usd di New York semalam.

Harga telah mencapai hampir 75 usd per barrel kemarin dalam perdagangan spekulatif karena masalah Iran, tapi turun 2.33 usd dalam kesepakatan US.

Minyak mentah Brent Laut Utara untuk pengiriman Juni jatuh 0.17 usd menjadi 72.48 usd.

‘Pada dasarnya ini karena dampak laporan inventori US, yang menitikberatkan pada harga komoditas, termasuk minyak,’ kata Dariusz Kowalczyk, ahli strategi investasi dengan CFC Seymour Securities di Hong Kong.

Cadangan minyak mentah US naik 1,7 juta barrel menjadi 346,7 juta barrel dalam minggu hingga 28 April. Para analis telah memperkirakan penurunan 150.000 barrel.

Cadangan gasolin naik 2,1 juta barrel menjadi 202,7 juta. Pasar telah memperkirakan penurunan 650.000 barrel.

Kekhawatiran akan konfrontasi antara Iran dan kekuatan Barat menghambat rencananya untuk membangun senjata nuklir akan terus menggantung posisi pasar, kata Kowalczyk.

‘Resiko politik akan mendorong harga minyak mentah menuju 80 usd per barrel dalam beberapa minggu mendatang,’ katanya, dan bahwa minyak bisa mencapai 100 usd jika terjadi konflik militer.

Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Sumber : www.forbes.com

Share This