Pulau Sakhalin saat ini adalah mesin pertumbuhan migas untuk Rusia, yang akan bergantung pada wilayah lepas pantai untuk produksi barunya setelah 2010.

Penulis asli : Paula Dittrick

Pulau Sakhalin saat ini adalah mesin pertumbuhan migas untuk Rusia, yang akan bergantung pada wilayah lepas pantai untuk produksi barunya setelah 2010, Julia Nanay, direktur senior, PFC Energy, mengatakan pada Offshore Technology Conference.

Tahun 2020, lapangan lepas pantai bisa memasok 20% output migas total Rusia, kata Nanay, menyebutkan draft strategi dari Kementrian Sumber Daya Alam Rusia. Perwakilan kementrian dalam agenda tapi tidak dalam konferensi.

Dua pertiga produksi lepas pantai Rusia di masa datang diharapkan berasal dari Laut Barents dan Laut Kara, kata Nanay.

Rusia harus mengimplementasikan peraturan dan pajaknya sebelum aset migas lepas pantainya bisa dibangun, menambahkan bahwa masalah royalti lepas pantai tetap belum terselesaikan.

Hukum Rusia

Duma, Rusia mengusahakan Hukum Ekstraksi Mineral dan dalam hukum subsoil baru, katanya. Pemerintah Rusia mengantisipasi dengan merubahnya menjadi pelelangan blok migas dan bukannya tender.

Perusahan migas internasional yang beroperasi di Rusia mungkin bisa dicegah dari mengambil lebih dari 49% interest dari lapangan lepas pantai, kata Nanay. Penawaran tender dua tahap diperkirakan untuk tahun 2010, termasuk 32 blok di Laut Barents, Okhotsk, dan Pechora.

‘Perusahaan asing harus membentuk joint ventures dengan perusahaan Rusia memegang lebih dari 50% interest,’ kata Nanay.

Jonathan Russin, rekan pengelola Russin & Vecchi’s Russian Practice Group dari kantor hukum Moscow, menyebutkan bahwa kontraktor harus menyadari bahwa perjanjian production-sharing Sakhalin adalah unik untuk Sakhalin.

‘PSA tampaknya tidak dalam proyek masa depan,’ kata Russin dari Rusia. Ia menyediakan advis untuk operator PSA dan kontraktornya mengerjakan proyek Sakhalin.

‘Rusia adalah lingkungan hukum yang menarik untuk saya sebagai pengacara,’ kata Russin. ‘Kadang-kadang membuat frustrasi klien saya. Ini akan menjadi petualangan untuk Anda di Rusia.’

Lapangan Shtokman

OAO Gazprom berencana mencairkan gas di Rusia dari lapangan kondensat dan gas Shtokman, menunggu pembangunan di Laut Barents. Rekan untuk Shtokman belum diumumkan.

Menurut Shtokman, Nanay menolak untuk berspekulasi apakah akan on stream selama 2011-15.

‘Pelajaran dari Sakhalin II akan terjadi di Shtokman,’ kata Nanay. ‘Waktunya selalu lebih telat, dan biayanya selalu lebih besar’ daripada perkiraan semula.

Royal Dutch Shell PLC, induk perusahaan Sakhalin Energy Investment Co. Ltd., telah mengatakan biaya untuk Sakhalin II fase 2 mungkin mencapai $ 20 miliar, dua kalinya perkiraan awal untuk seluruh proyek Sakhalin II. Proyek juga telah memperkirakan penundaan terkait masalah lingkungan.

Shell berencana untuk memulai produksi minyak yang tergantung dari konstruksi pipa, akhir 2007 dan penjualan LNG di musim panas 2008. Sakhalin II memroduksi sekitar 80.000 b/d selama musim panas, dengan minyak dikirim ke Jepang menggunakan tanker.

Nanay mengatakan keterlibatan perusahaan minyak internasional dan perusahan pelayanan akan esensial untuk pembangunan di Rusia, menambahkan bahwa perusahaan Rusia kekurangan pengalaman lepas pantai yang ekstensif.

‘Tidak ada yang berubah sangat cepat untuk perusahan asing di Rusia,’ kata Nanay.

Sumber : ogj.pennnet.com