Select Page

Harga minyak mentah naik dalam perdagangan Asia, Senin, ditengah meningkatnya tekanan internasional atas ambisi nuklir Iran, eksportir minyak terbesar ke-4 dunia.

Harga minyak mentah naik dalam perdagangan Asia, Senin, ditengah meningkatnya tekanan internasional atas ambisi nuklir Iran, eksportir minyak terbesar ke-4 dunia.

Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Juni menguat 27 cents menjadi 70,46 dollar per barrel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, pertengahan pagi di Singapura. Kontrak pada Jumat, naik 25 cents dan bertengger di 70,19 dollar per barrel.

Gasolin naik 0.43 cent menjadi 2,0449 dollar per gallon (3,8 liter) sementara harga heating oil naik 0.86 cent menjadi 1,9647 dollar per gallon. Harga gas alam jatuh 3,5 cents menjadi 6,740 dollar per 1.000 kaki3.

Minyak mentah turun lebih dari 4 dollar per barrel minggu lalu setelah data pemerintah US memperlihatkan peningkatan dalam pasokan gasolin.

Tapi kekhawatiran geopolitik masih mempengaruhi harga minyak, tanpa memperhatikan tekanan yang turun akibat pengaruh peningkatan dalam stok gasolin US.

Sumber tekanan kekhawatiran yang paling kuat adalah kemungkinan bahwa Iran, eksportir minyak kunci, bisa menghentikan pasokan karena tekanan internasional untuk memodifikasi program nuklirnya.

Iran, Minggu, memperbarui ancamannya untuk menarik diri dari Perjanjian Nonproliferas Nuklir (Nuclear Proliferation Treaty/NPT), dengan presidennya mengatakan sanksi tersebut ‘tidak berarti apa-apa’ dan parlemennya mencari akhir untuk inspeksi fasilitas nuklirnya yang tidak diumumkan.

Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan tidak akan ragu untuk mempertimbangkan kembali keanggotaan NPT, berbicara saat Washington dan sekutunya menekan untuk voting DK PBB untuk menunda program pengayaan uranium Teheran.

US didukung oleh Inggris dan Perancis untuk memenangkan persetujuan Dewan Kemanan PBB untuk sebuah resolusi PBB yang akan mengancam ukuran kemungkinan lebih lanjut jika Iran tidak menunda pengayaan uranium — sebuah proses yang bisa memroduksi bahan bakar untuk reaktor nuklir untuk membangkitkan listrik atau, jika memungkinkan diproses untuk membuat senjata atom.

Duta besar US untuk PBB, John Bolton, mengatakan, Minggu, ia yakin resolusi ini akan mengarah ke voting minggu ini, dengan atau tanpa dukungan dari Moscow dan Beijing.

Perselisihan di Nigeria, kekerasan di Iraq dan meningkatnya nasionalisme di Amerika Selatan telah menambah kekhawatiran pasar minyak.

Sekitar 500.000 barrel per hari produksi Nigeria, yang sebagian besar dioperasikan oleh Royal Dutch Shell PLC, tetap off-line karena kekerasan disana, dan lebih dari 300.000 barrel per hari masih shut down di Teluk Mexico sejak Badai Katrina menghantam platform lepas pantai bulan Agustus lalu.

Permintaan global yang kuat dan pasokan yang terbatas memperbesar kesignifikanan, sementara peningkatan investor yang bertaruh dalam minyak dan komoditas lainnya juga ikut mengangkat harga — yang telah turun lebih dari 5 dollar sejak puncak intraday-nya 75,35 dollar yang dicapai 21 April di Nymex, tapi tetap secara kasar 40% lebih dari setahun lalu.

Sumber : money.inq7.net

Share This