Select Page

Sementara konsumen US berjuang dengan harga energi yang melangit, gas Venezuela sekarang paling murah di dunia dengan harga 12 cents per gallon

Penulis asli : Brian Ellsworth

Pengendara taksi, Jaime Tinoco bekerja di jalanan Caracas dengan 1976 Chevy Nova mengonsumsi 19 gallon (72 liter) gas per hari. Tapi ia tidak khawatir akan efisiensi bahan bakar — mengisi tangkinya dengan biaya hanya $ 2,30.

Sementara konsumen US berjuang dengan harga energi yang melangit, gas Venezuela sekarang paling murah di dunia dengan harga 12 cents per gallon dan lawan regional Washington, Presiden Hugo Chavez, berjanji akan menjaga subsidi agar bahan bakar murah.

‘Mereka memiliki segalanya — mengapa harga gasnya mahal?’ tanya Tinoco sambil mengemudi di tengah lalu lintas yang padat. ‘Tidakkah mereka memiliki cadangan minyak?’

Chavez, yang memproklamirkan diri sebagai sosialis dan kritikus Presiden Bush, telah mulai mensubsidisi bahan bakar untuk tetangga US ini saat konsumen US bertahan dengan harga gas musim panas $ 2,71 per gallon — 34 cents lebih tinggi dari musim panas lalu.

Di Venezuela, pengemudi mengisi tangki lebih murah dari harga sarapan, dan biaya gasolin lebih murah dari harga air mineral.

Gasolin nasional sekarang paling murah, menurut laporan International Monetary Fund yang diterbitkan bulan April yang menunjukkan harga gas Venezuela sekitar sepertiga harga di Saudi Arabia.

SUV yang mengkilat dan sedan rusty 1970-an berbagi jalan kota Venezuela dan pengemudi tidak menghiraukan biaya bahan bakar.

Bahan bakar murah dianggap hak hidup di Venezuela, yang menjual 1,2 juta barrel per hari minyak ke US.

‘Gasolin sudah seharusnya murah, untuk itulah kami memiliki minyak di Venezuela,’ kata Maria Rosa Pinero, 55, seorang ibu rumah tangga, mengisi Volkswagen Gol di stasiun gas di timur Caracas.

Chavez telah memperbesar subsidi bahan bakar Venezuela kepada orang Amerika miskin melalui sebuah gebrakan yang dipublikasikan dengan baik pada pemerintah US yang menawarkan 40% potongan dalam pendistribusian heating oil oleh kilang milik Venezuela, Citgo. Dengan pendapatan yang tinggi dari minyak, Chavez juga telah menepikan aliansi regional dengan menyediakan bahan bakar murah untuk bangsa-bangsa Amerika Tengah dan Karibia yang dikatakan telah terhina oleh US.

Subsidi ‘HOOD ROBIN’

Subsidi gas Venezuela adalah hasil dari keluhan tanpa akhir dari ahli ekonomi yang katanya menanggung biaya dan limbah konsumen sebanyak miliaran dollar.

Kritikus mengatakan subsidi bermanfaat bagi pemilik kendaraan kelas menengah ke atas padahal pendapatan pemerintah seharusnya untuk menanggulangi kemiskinan.

‘Ia menyebutnya subsidi ‘Hood Robin’,’ kata Jose Luis Cordeiro, seorang petroleum engineer yang menulis tentang masalah energi. ‘Bukannya mencuri dari yang kaya untuk yang miskin, ini sebaliknya.’

Ia memperkirakan Venezuela telah mengantongi tambahan $ 8 miliar tahun lalu — hampir 8% dari GDP — jika Venezuela telah membayar laju pasar bahan bakar.

Subsidi juga mendorong peningkatan pencurian bahan bakar ke negara tetangga Kolombia dan mengarah ke jalur pengemudi Brazil yang menunggu pengisian di sepanjang perbatasan selatan.

Bagaimanapun, usaha yang lalu untuk meningkatkan harga gas tidak berjalan baik. Penguasa pada 1989 meningkatkan harga bahan bakar dalam tingginya resesi, mengakibatkan 3 hari kerusuhan dimana paling tidak 300 orang meninggal. Kelompok HAM mengatakan angkatan bersenjata membunuh beberapa ribu orang.

Persitiwa ini menandai titik balik dalam sejarah Venezuela, dan memberi inspirasi bagi Chavez untuk memimpin usaha kudeta 3 tahun berikutnya. Kudeta ini gagal tapi membantu Chavez menuju kursi kepresidenan tahun 1998.

Chavez telah menjaga popularitas dengan mengalokasikan pendapatan minyak untuk program sosial untuk rakyat miskin, dan telah sering mengkritik ketergantungan US akan gasolin murah. Washington mengatakan ia menggunakan kekayaan minyak untuk mengancam demokrasi regional.

Di stasiun gas Venezuela, bagaimanapun, ada beberapa keluhan tentang bahan bakar murah dan efisiensi bahan bakar.

‘Masyarakat membeli mobil karena nyaman atau besar,’ kata Isidro Rodriguez, 30, seorang akuntan, saat mengisi Ford barunya di selatan Caracas. ‘Ini bukan untuk harga bahan bakar yang murah, karena itu tidak pernah menjadi masalah.’

Sumber : abcnews.go.com

Share This