Select Page

Karena Iran bermain dalam harga gas dan tekanan atas kebersikerasannya dengan US, India sekarang siap untuk mempertimbangkan proyek pipa gas
Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan (TAP) untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Karena Iran mempermainkan harga gas dan tekanan atas kebersikerasannya dengan US, India sekarang siap untuk mempertimbangkan proyek pipa gas Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan (TAP) untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Tanpa membicarakan dengan Iran, Kementerian Petroleum telah mempersiapkan sebuah proposal untuk TAP: “Dengan sudut pandang untuk memenuhi permintaan gas yang meningkat, diperkirakan volume gas substansial membutuhkan impor. Bergabung dengan proyek TAP memberikan pilihan sumber alternatif untuk pasokan gas India.”

Tapi Kementrian Hubungan Luar yang segera mendukung partisipasi India dalam TAP, menyarankan ini harus memiliki signifikansi jangka panjang “diluar kebutuhan energi murni”.

Menulis pada Kementrian Petroleum dan Gas Alam akhir bulan lalu, Sekretaris Luar Negeri Shyam Saran telah menjelaskan “partisipasi dalam proyek TAPI (Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan-India) akan memberi keuntungan dengan adanya Iran dalam proyek IPI (pipa Iran-Pakistan-India)”.

Sementara, mengaku bahwa proyek IPI lebih penting untuk beberapa alasan, Saran mengatakan bahwa “dalam sudut pandang tekanan atas masalah nuklir Iran, proyek IPI mungkin tidak akan mudah dilaksanakan walaupun secara ekonomi dapat diterima”.

“Ini juga akan berkaitan dengan strategi terbaru US yang dipikirkan untuk wilayah (Asia Tengah),” tulis Saran, menambahkan bahwa minat India di wilayah ini akan terpenuhi lebih baik jika menjadi bagian dari proyek TAPI daripada diluarnya.

Diberi mandat ini, kementrian Petroleum berencana untuk mendekati Kabinet untuk mendapatkan persetujuan untuk permintaan formal akhir bulan ini dalam menjadi anggota resmi proyek tersebut. Pada pertengahan Februari, Steering Committee telah memberi India waktu 3 bulan untuk memasukkan permintaan formal.

Joint Intelligence Committee of the National Security Council Secretariat, yang juga membantu TAP, menginginkan Kementrian Petroleum untuk mengkaji peringatan sementara menentukan rute.

Sementara Saran membantu rute Utara, JIC telah menunjuk rute Utara akan melalui NWFP Pakistan. Rute Selatan juga akan memotong melalui area bahaya Helmand dan Kandahar di Afghanistan dan Baluchistan di Pakistan.

Tapi India berencana untuk menandatangani Inter-governmental Agreement dan Framework Agreement, hanya setelah menegosiasikan amandemen untuk mengeluarkan pipa minyak dari Turkmenistan ke Gwadar di Pakistan, dan membangun jaringan jalan, rel, listrik dan fiber optik antara ketiga bangsa.

Juga akan memastikan ketersediaan cadangan gas, harganya dan kemanan pipa sebelum mengawali proyek yang diharapkan mengalirkan 110 juta standard cubic metres (MSCM) gas per hari mulai 2007. India membutuhkan sekitar 150 MSCM gas per hari sementara ketersediaannya, termasuk impor LNG adalah 92 MSCM perharinya. Permintaan ini diperkirakan naik menjadi 313 MSCM per hari untuk 2011-12. Dari gas TAPI, India ingin mengangkut 70 MSCM perharinya, volume yang sama yang dibukukan selama pembicaraan dengan Iran.

Tidak banyak perkembangan telah dibuat karena Iran telah bersikeras harga gas di-indeks-kan terhadap level minyak mentah internasional sementara India menginginkan pada harga evakuasi yang membayar pengeluaran dalam eksplorasi dan pembangunan lapangan. Sejak Januari, Teheran juga telah meminta harga yang lebih tinggi untuk ekspor LNG yang dinegosiasikan tahun lalu. Katanya harga yang disetujui Juni lalu tidak valid lagi, karena Supreme Economic Council belum menyetujui harga yang ditentukan dalam kontrak.

Sumber : www.indianexpress.com

Share This