Minyak jatuh di sesi ke-7 di New York setelah presiden Iran mengatakan negara itu mau menuruti keputusan apapun yang diambil PBB atas programnya jika resolusi berdasarkan peraturan internasional.

Penulis asli : Gavin Evans

Minyak jatuh di sesi ke-7 di New York setelah presiden Iran mengatakan negara itu mau menuruti keputusan apapun yang diambil PBB atas programnya jika resolusi berdasarkan peraturan internasional.

‘Jika PBB mengambil keputusan sejalan dengan peraturan internasional, mengambil keputusan yang memenuhi syarat, kami akan bekerja sama,” kata Mahmoud Ahmadinejad dalam sebuah wawancara dengan SCTV di Jakarta. Lima anggota tetap DK PBB dan Jerman akan bertemu 19 Mei untuk menentukan insentif bagi Iran menghentikan pembuatan senjata nuklir, kata Agence France-Presse 10 Mei, menyebut diplomat yang tidak mau disebut namanya.

‘Ada harapan yang tumbuh bahwa tidak akan terjadi apa-apa atas Iran untuk beberapa minggu,” kata Chris Mennis, pemilik perdagangan minyak New Wave Energy di Aptos, California.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni turun sebanyak 82 cents, atau 1,1%, menjadi $ 72,50 per barrel dalam perdagangan elektronik after-hours di New York Mercantile Exchange. Dan seharga $ 72,76 pada 12:49 p.m. di Singapura, 50% lebih tinggi dari setahun lalu.

Kontrak naik $ 1,19, atau 1,7%, menjadi $ 73,32 kemarin, penutupan tertinggi sejak 2 Mei. Naik $ 1,30 dalam sejam menjadi $ 73,90 sebelum pembukaan perdagangan dasar New York, setelah 3 pekerja minyak asing diculik di Nigeria.

’74 dollars memberi beberapa hambatan saat ini,” kata Mennis, New Wave. Minyak mencapai $ 75,35 pada 21 dan 24 April, tertinggi sejak perdagangan dimulai tahun 1983.

UK dan Perancis, didukung oleh US, mengusulkan resolusi kepada DK pada 3 Mei meminta Iran menghentikan pengayaan uraniumnya, dan mengatakan mereka akan mencari sanksi jika tidak bisa dipenuhi Teheran.

Iran, Nigeria

US akan menunggu ‘beberapa minggu’ sebelum kembali ke dewan untuk mencari resolusi atas Iran, kata Sekretaris Negara Condoleezza Rice 10 Mei.

Khawatir kebersikerasan penelitian nuklir Iran mengarah kepada sanksi, telah memberi kontribusi 19% kenaikan harga tahun ini.

‘Resiko geopolitik dari Iran penting, tapi khawatir Iran akan mendorong naiknya harga minyak untuk mendapatkan pendapatan lebih. Saya kira Iran tidak akan berhenti mengekspor minyak.” kata Tetsu Emori, ketua ahli strategi komoditas di Mitsui Bussan Futures Ltd., Tokyo.

Militan menyerang Nigeria, sehingga menghentikan produksi, dan 8 minggu penurunan dalam stok gasolin US hingga akhir minggu 21 April juga mempertinggi kekhawatiran akan keamanan pasokan bahan bakar.

Nigeria memasok sekitar 14% impor minyak US bulan Februari, menurut Departemen Energi US.

OPEC

OPEC akan mengirimkan 24,8 juta barrel per hari dalam 4 minggu dan berakhir 27 Mei, naik 2,1% dari 4 minggu sebelumnya, menurut Halifax, perusahaan konsultan Oil Movements, yang berbasis di Inggris yang bergerak dalam penyewaan tanker.

Peningkatan dalam pasokan gasolin dan minyak US minggu lalu mengarah ke penjualan, menurut Hiroyuki Kikukawa, deputi general manager penelitian di Nihon Unicom Corp., Tokyo, melalui telepon.

‘Mempertimbangkan inventori, harga mungkin terlalu tinggi saat ini,” katanya. ‘Stok minyak mentah tinggi, dan jika pengilangan meningkatkan laju operasinya dan memroduksi lebih banyak gasolin, ini bisa membantu menurunkan harga.”

Stok minyak mentah naik 0,08%, atau 272.000 barrel, menjadi 347 juta barrel di minggu hingga 5 Mei, menurut laporan Departemen Energi US yang diterbitkan 10 Mei. Inventori gasolin naik 2,3 juta barrel minggu lalu, penguatan terbesar tahun ini, menurut laporan.

Pasokan Gasolin

‘Pasokan gasolin di US cukup baik dan mungkin trend ini akan terus berlangsung hingga akhir Juni atau Juli,” kata Emori, Mitsui Bussan. ‘Mungkin pasar tidak seketat perkiraan semula.”

Gasolin untuk pengiriman Juni jatuh 2,36 cents, atau 1,1%, menjadi $ 2,1960 per gallon dalam perdagangan after-hours. Naik 5,02 cents, atau 2,3%, menjadi $ 2,2196 kemarin, penutupan tertinggi sejak 21 April.

Harga naik 6% pada 10 Mei setelah laporan Departemen Energi menunjukkan rata-rata permintaan gasolin US naik 2,7% menjadi 9,35 juta barrel per hari minggu lalu, tertinggi dalam tahun ini.

Sumber : www.bloomberg.com