Select Page

Para pekerja telah mengubur paling tidak 165 korban dalam ledakan pipa, dan 4 tubuh terapung, Minggu, di tanah rawa bakau yang pasang beberapa mil dari lokasi ledakan di selatan Nigeria.

Para pekerja telah mengubur paling tidak 165 korban dalam ledakan pipa, dan 4 tubuh terapung, Minggu, di tanah rawa bakau yang pasang beberapa mil dari lokasi ledakan di selatan Nigeria, kata para pejabat.

Hingga 200 korban terbunuh, Jumat, ketika gasolin meresap dari pipa yang pecah, meledak di desa nelayan Ilado sekitar 48 km timur kota utama Nigeria, Lagos. Polisi mencurigai penduduk desa yang miskin menusuk pipa untuk mencuri bahan bakar.

Menurut perkiraan polisi, 100 mayat dikubur, Jumat, dan sekitar 65 pada Sabtu di pekuburan massal. Tapi tidak ada hitungan yang pasti, dan kemungkinan lebih banyak lagi telah dikubur, kata pejabat lokal.

Penguasa telah mengatakan bahwa mereka sibuk mengubur mayar tanpa mengidentifikasinya dulukarena khawatir akan resiko kesehatan.

Minggu, seorang reporter Associated Press melaporkan, telah melihat 4 tubuh yang mengambang di rawa sekitar 3 mil dari lokasi ledakan. Ini meningkatkan kemungkinan lebih banyak mayat hanyut atau hilang di pusaran air dan sungai yang mengarah ke jaringan laguna sekitar Lagos, di tepi barat pantai selatan Nigeria.

Nigeria, yang biasanya memompa 2,5 juta barrel minyak mentah per hari, adalah produsen terbesar Afrika dan sumber impor US terbesar ke-5.

Walaupun Nigeria kaya akan sumber daya alam, sebagian besar penduduknya hidup dalam kemiskinan. Ketidakadilan ini disalahkan pada korupsi para pejabat atau mismanagemen, sehingga memotivasi serangan militan, begitu juga pencurian bahan bakar oleh penduduk.

Para penduduk desa sering menyadap pipa, mencuri bahan bakar untuk memasak atau dijual kembali di pasar gelap. Lebih dari 1.000 orang di Nigeria telah meninggal beberapa tahun ini ketika bahan bakar yang mereka curi dari pipa, terbakar.

Setelah ledakan Jumat, Presiden Olusegun Obasanjo memerintahkan untuk meningkatkan perlindungan atas jaringan pipa yang luas. Tapi, kemiskinan yang meningkat, hampir pasti akan mendorong penduduk desa yang miskin untuk tetap menyadap pipa, untuk mencuri bahan bakar.

Sumber : www.canada.com

Share This