Select Page

OPEC, yang memompa sekitar 40% minyak dunia, dan produsen lainnya akan berusaha menambah kapasitas produksi baru.

OPEC, yang memompa sekitar 40% minyak dunia, dan produsen lainnya akan berusaha menambah kapasitas produksi baru karena kekurangan rig dan pekerja terlatih yang dibutuhkan, menurut direktur eksekutif International Energy Agency (IEA).

‘Saya khawatir dalam dua atau tiga tahun mendatang kapasitas hanya akan meningkat sejalan dengan permintaan, tanpa ada peningkatan dalam kapasitas cadangan, ‘ Claude Mandil, kemarin, mengatakan pada konferensi energi Organisasi APEC di ibukota Yordania, Amman.

Mandil mengatakan kapasitas baru ‘tidak segera datang dengan cepat karena banyak kendala yang harus dihadapi.’

Menteri minyak Qatar mengatakan OPEC sepertinya tidak akan meningkatkan quota output, ketika kelompok ini bertemu di Caracas selama dua minggu, saat pasar global dipasok dengan baik.

‘Jika harga terus seperti ini, saya kira keputusan kami akan di-roll over,’ menurut Abdullah bin Hamad al-Attiyah dalam sebuah wawancara di Amman.

Kebijakan pertemuan selanjutnya dijadwalkan 1 Juni di Caracas.

Minyak mentah di New York ditutup pada rekor US$ 75,17 per barrel pada 21 April, ditengah kekhawatiran pasokan dari Iran terganggu karena kebersikerasan program nuklirnya dengan US. Harga ditutup pada US$ 72,04 per barrel pada Jumat.

OPEC telah menjaga quota resmi tak berubah pada 28 juta barrel per hari untuk 10 bulan, dan beberapa anggota termasuk Saudi Arabia memompa lebih dari jumlah biasanya untuk make up anggota seperti Venezuela dan Nigeria, yang tidak memenuhi bagiannya.

Menteri Perminyakan Saudi Arabia, Ali al-Naimi mengatakan OPEC telah cukup berusaha untuk menambah kapasitas minyak baru untuk memenuhi pertumbuhan permintaan, walaupun memparingatkan produsen lain agar tidak bertindak terlalu jauh karena ketidakpastian pertumbuhan alami ekonomi.

Kerajaan merencanakan untuk meningkatkan kapasitas outputnya sebanyak 1,2 juta barrel per hari menjadi 12,5 juta barrel per hari tahun 2009, lebih dulu dari jadwal dan melebihi dana karena program ekspansi, kata menteri perminyakan Saudi kepada reporter pada konferensi minyak di Amman.

‘Pertumbuhan ekonomi global tidak akan berlanjut pada level tinggi selama beberapa tahun,’ kata al-Naimi dalam pidatonya.

‘Kita harus waspada dan tidak mengambil perkiraan dan ekspektasi sebagai kasus solid, seperti kelanjutan pertumbuhan permintaan minyak yang kuat, dan kelanjutan harga atau kenaikannya,’ katanya.

IEA menurunkan perkiraannya untuk permintaan minyak mentah 200.000 barrel per hari menjadi 84,83 juta barrel per hari, mengurangi pertumbuhan tahun ini menjadi 1,5%.

Di US, sementara ekonomi tumbuh pesat dalam dua setengah tahun selama kuartal pertama, ‘ini tidak mencerminkan pertumbuhan permintaan produk minyak,’ yang turun 1,4% dibandingkan awal kuartal di US, menurut laporan.

Produksi minyak mentah OPEC naik sebanyak 170.000 barrel per hari bulan lalu menjadi 30,04 juta barrel per hari, menurut estimasi IEA. Aliran minyak naik di Iraq, Nigeria, Venezuela dan Libya.

Al-Naimi mengatakan permintaan minyak dunia tumbuh ‘sekitar 4% per tahun,’ dan menambahkan, bahwa mungkin akan mencapai ‘100 juta barrel per hari untuk tahun 2015.’

Tetapi, menteri mengatakan produsen perlu ‘waspada’ atas proyeksi permintaan.

Sumber : www.taipeitimes.com

Share This