Select Page

Harga minyak menjadi $ 68 per barrel, Kamis, tertekan oleh naiknya inventori gasolin US dan kekhawatiran biaya energi yang tinggi akan mengarah ke inflasi yang bisa melambatkan permintaan.

Penulis asli : Park Sung-woo

Harga minyak menjadi $ 68 per barrel, Kamis, tertekan oleh naiknya inventori gasolin US dan kekhawatiran biaya energi yang tinggi akan mengarah ke inflasi yang bisa melambatkan permintaan.

Minyak mentah ringan US diperdagangkan 18 cent lebih rendah pada $ 68,51 per barrel pada 0311 GMT, memperbesar penurunan Rabu, 84-cent. Minyak mentah Brent London, turun 12 cent menjadi $ 68,92.

‘Meningkatnya stok gasolin US memberi kelegaan pada pasar, meredakan beberapa ketidakpastian atas pasokan bahan bakar motor menyusul musim berkendaran,’ menurut Koo Cha-kwon, kepala penelitian minyak global di Korea National Oil Corp. (KNOC).

Gasolin di New York turun lagi setelah Rabu, ketika data pemerintah US menunjukkan stok bahan bakar motor domestik menguat 1,3 million barrel minggu lalu saat impor tinggi, tiga minggu kenaikan.

Permintaan US atas minyak mentah dan produk petroleum bulan April jatuh 1,5% dari tahun sebelumnya, dengan harga pompa tinggi menurunkan penggunaan gasolin 1,9%, gambaran industri yang ditunjukkan hari Rabu.

‘Kebijakan US ditujukan pada penggunaan bahan bakar motor alternatif seperti etanol, saat harga gasolin tinggi juga berada dibalik melemahnnya harga minyak mentah,’ Koo menambahkan.

Demokrat Senat US pada Rabu menawarkan rencana untuk menghentikan ketergantungan impor minyak US 40% tahun 2020 dengan memerlukan lebih banyak penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor alternatif seperti etanol.

Harga juga ditekan oleh data US pada Rabu yang menunjukkan bahwa biaya bahan baku yang tinggi mendorong biaya hidup. Harga konsumen Core naik 0,3% bulan April, lebih tinggi dari perkiran dan memberikan kekhawatiran inflasi.

Di Jepang, polling Reuters, Kamis, menunjukkan harga minyak yang tinggi memeras keuntungan perusahaan, dengan perusahaan-perusahan yang masih berusaha untuk lepas dari biaya energi yang tinggi dan mencari cara untuk menghemat energi.

Tinjauan permintan yang kurang positif membawa OPEC mengurangi perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global 2006 sebesar 60.000 barrel per hari, walaupun kartel mengatakan minyak yang mahal gagal melambatkan penggunaan bahan bakar China.

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, Rabu, menolak usaha terakhir Uni Eropa untuk meredakan perselisihan, yang ditakutkan analis bisa berdampak pada ekspor minyak jika sanksi diberikan pada Teheran.

Di Nigeria, aktivis telah memberi Royal Dutch Shell sinyal hijau atas kembalinya Shell ke lapangan minyak yang terpaksa diabaikan setelah serangkaian serangan militan 3 bulan lalu. Shell telah menderita kerugian sebesar 455.000 bpd produksi sejak Februari.

Pemimpin kelompok militan mengatakan pada Reuters, telah mengadakan beberapa pertemuan dengan eksekutif Shell dalam beberapa hari ini dan telah mengatakan komunitasnya akan mengijinkan kembalinya perusahan itu jika memenuhi permintaan mereka.

Sumber : www.metronews.ca

Share This