Harga minyak mentah melambung, hari Senin, saat para trader membawa kontrak di tengah beberapa ekspektasi pasar yang melemah begitu juga kekhawatiran akan pasokan minyak dari Iran dan Nigeria.

Harga minyak mentah melambung, hari Senin, saat para trader membawa kontrak di tengah beberapa ekspektasi pasar yang melemah begitu juga kekhawatiran akan pasokan minyak dari Iran dan Nigeria.

Minyak mentah jenis light, sweet untuk pengiriman Juni, yang berakhir Senin, naik 16 cents menjadi $ 68,69 per barrel dalam perdagangan elektronik Asia di New York Mercantile Exchange. Kontrak Juli naik 6 cents menjadi $ 69,35 per barrel.

Gasolin menguat 0,16 cent menjadi $ 2,04 per galon (3,8 liter), sementara heating oil naik 1,09 cent menjadi $ 1,9310 per galon. Harga gas alam naik 5,3 cent menjadi $ 6,015 per 1.000 kaki3

Harga minyak yang jatuh dalam sesi sebelumnya oleh general sell-off dalam pasar komoditas, dipicu kenaikan US dollar setelah beberapa hari turun, dan kekhawatiran akan naiknya inflasi US.

‘Pasar mungkin melemah,’ kata Victor Shum, analis energi dengan Purvin & Gertz di Singapura.

‘Paling tidak dalam beberapa kuartal pasar ada perkiran bahwa koreksi harga yang turun dalam minggu yang lalu dibawah $ 70 memberikan kesempatan pembelian,’ katanya.

Shum menambahkan bahwa pasar minyak terus menunjukkan potensi naik dibandingkan turun, tergantung kekhawatiran geopolitis.

Kekhawatiran Pasokan

Para trader khawatir akan bagaimana perselisihan Barat dengan Iran atas ambisi nuklirnya akan mempengaruhi ekspor minyak, begitu juga gangguan pasokan di Nigeria dan Teluk Mexico selama musim badai.

Uni Eropa mengatakan minggu lalu akan mengusulkan insentif ekonomi dan politik untuk membujuk Iran agar menghentikan rencananya untuk pengayaan uranium.

Sementara para pejabat Iran berpendapat bahwa mereka hanya mencari tenaga nuklir, the US dan bangsa lain takut Iran sedang membuat senjata.

Sumber : www.ndtvprofit.com