Select Page

Kazakhstan dan Rusia telah sepakat untuk bersama-sama mengekspansi kapasitas kilang gas alam Rusia agar dapat memroses gas dari lapangan raksasa Kazakhstan, Karachaganak.

Kazakhstan dan Rusia telah sepakat untuk bersama-sama mengekspansi kapasitas kilang gas alam Rusia agar dapat memroses gas dari lapangan raksasa Kazakhstan, Karachaganak, menurut presiden Kazakhstan.

Nursultan Nazarbayev dan Vladimir Putin sepakat, akhir minggu lalu, dalam pertemuan di resort Sochi, Laut Hitam, Rusia. Dalam kesepakatan, masing-masing negara akan memiliki 50% unit baru kilang Orenburg.

‘Jika kita membangun kilang gas sendiri, bisa memakan biaya $ 1,5 miliar – $ 2 miliar US, dan pemrosesan gas akan dua kali lipat kilang Orenburg,’ kata Nazarbayev dikutip kantor berita , Senin.

Nazarbayev juga mengatakan bahwa ia dan PM Turki, Tayyip Erdogan sepakat untuk membangun kilang minyak di pantai Laut Hitam Turki yang berhubungan dengan rencana peningkatan kapasitas pipa pembawa minyak dari lapangan minyak Kazakhstan ke pelabuhan Novorossiisk, Rusia.

Kazakhstan bekerja dengan Rusia dalam menggandakan kapasitas pipa 1.510-km Novorossiisk menjadi 60 juta metrik ton per tahun. Pipa merupakan rute utama untuk mengekspor minyak dari lapangan minyak raksasa Tengiz, Kazakhstan.

‘Kami akan mentransportasikan minyak dari Novorossiisk ke Turki, memrosesnya disana dan menjualnya,’ kata Nazarbayev.

Negara Asia Tengah mengharapkan menjadi salah satu eksportir minyak utama dunia dalam beberapa tahun mendatang, bertujuan menggandakan, bahkan lebih, produksinya menjadi 3 juta barrel per hari untuk tahun 2015.

Juga, Senin, surat kabar bisnis Rusia melaporkan bahwa Rusia sepakat untuk membayar hampir tiga kalinya dari harga biasa gas alam Kazakhstan dan berencana menutupi sebagian kerugian akibat kenaikan, dengan meningkatkan harga jual gasnya ke Ukraina.

Kommersant menyebutkan sumber tak bernama, mendekati negosiasi, dengan mengatakan bahwa Moscow setuju membayar $ 140 US per 1.000 m3 gas Kazakhstan dibanding harga sebelumnya, $ 50 US.

Kesepakatan ini terjadi saat kompetisi untuk sumber energi Kazkhstan meningkat.

Wakil Presiden US, Dick Cheney membalas kunjungan high-profile sebelumnya, bulan ini, untuk melobi kepentingan energi Amerika. Komisioner Energi Uni Eropa, Andris Piebalgs juga berkunjung ke ibukota Kazakhstan, Astana, untuk membahas kemungkinan pipa gas ikatan Eropa untuk melewati Rusia.

Sumber : www.940news.com

Share This