Sebuah perusahan Malaysia telah menandatangani sebuah memorandum of understanding (MoU) dengan konsorsium yang berbasis di China untuk pendirian sebuah kilang petroleum di utara Malaysia.

Sebuah perusahan Malaysia telah menandatangani sebuah memorandum of understanding (MoU) dengan konsorsium yang berbasis di China untuk pendirian sebuah kilang petroleum di utara Malaysia, media lokal melaporkan, Rabu.

Dengan investasi 6 miliar US dollar, joint venture yang akan berbasis di wilayah Perak ini, meliputi konstruksi fasilitas penyimpanan untuk liquefied petroleum gas, sebuah pabrik petrokimia, sebuah kilang kondensat, kilang minyak mentah dan sebuah dermaga, surat kabar lokal berbahasa Inggris, New Straits Times melaporkan.

MoU ditandatangani antara Malaysian China Petroleum Corporation (MCPC) dan sebuah konsorsium yang terdiri dari China International New Energy Petroleum Group Co. Limited dan Empire Global Corporation.

2-bulan studi kelayakan akan mengidentifikasi area yang sesuai antara 600 hektar dan 800 hektar di Manjung, dekat Lumut, untuk proyek, menurut juru bicara MCPC, Abdul Rahman Abdullah.

Lumut telah terpilih dengan laut dalam dan garis pantai panjang, menawarkan pelabuhan alam yang memungkinkan kontainer dan tangki petroleum besar untuk berlabuh di dermaga, kata Abdul Rahman.

Proyek ini akan diimplementasikan dalam 3 fase selama 5 tahun, dengan 20% minyak mentah yang dipasok oleh perusahaan minyak nasional Malaysia, Petronas, dan sisanya dari Indonesia dan Timur Tengah, kata Abdul Rahman.

Kilang ini akan menangani 10 juta ton minyak mentah dan 5 juta ton kondensat minyak tiap tahunnya, kata Abdul Rahman.

Sementara itu, Menteri Besar Perak (jabatannya sama dengan Menteri Kepala) Tajol Rosli Ghazali mengatakan bahwa pemerintah wilayah senang akan proyek ini.

‘Sementara menguntungkan lokal, proyek ini akan membuat usaha domestik beralih menjadi manufacturing produk petroleum dan petrokimia,’ kata Tajol.

Sumber : news.xinhuanet.com