Select Page

Sudan akan segera mengambil keputusan apakah bergabung dengan Organization of Petroleum Exporting Countries(OPEC) atau tidak.

Sudan akan segera mengambil keputusan apakah bergabung dengan Organization of Petroleum Exporting Countries(OPEC) atau tidak, menurut pejabat Sudan, Minggu.

‘Sudan sekarang memiliki kualifikasi untuk bergabung dengan OPEC, menurut syarat yang ditetapkan oleh organisasi tersebut untuk keanggotaan,’ Undersecretary Kementrian Energi dan Pertambangan, Omer Mohammed Khair mengatakan pada reporter.

Berkomentar atas himbauan Presiden Nigeria, Olusegun Obasanjo agar Sudan bergabung dengan OPEC, pejabat itu mengatakan bahwa pengambilan keputusan dalam masalah ini memerlukan pengkajian yang hati-hati dalam aspek positif maupun negatif jika Sudan memasuki kartel minyak.

Ia juga mengatakan bahwa makin banyak perusahan asing yang tertarik untuk berinvestasi di lapangan produksi minyak Sudan, menambahkan bahwa Sudan menyambut baik investor dari seluruh dunia dengan catatan menghormati hukum dan kedaulatan Sudan.

Presiden Sudan, Omar el-Bashir, Rabu lalu, menerima pesan tertulis dari Presiden Nigeria yang menyatakan undangan bagi Sudan untuk bergabung dengan OPEC. Nigeria adalah ketua OPEC saat ini.

El-Bashir berjanji untuk mengkaji undangan tersebut dan menjawabnya dalam waktu dekat.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi satelit Qatar, al-Jazeera, hari Sabtu, Menteri Energi dan Pertambangan Sudan, Ahmed al-Jaz mengatakan bahwa petroleum terdapat di seluruh bagian Sudan. ‘Produksi petroleum adalah salah satu faktor penting yang penting dalam realisasi perdamaian di Sudan,’ ia menambahkan.

Menteri mengulang kembali, pintu-pintu negara dibuka terhadap semua investor tanpa memperhatikan kebangsaannya, menambahkan bahwa satu-satunya kondisi untuk berinvestasi adalah menghormati kedaulatan Sudan dan tidak mengintervensi urusan dalam negeri.

Mengenai perusahaan-perusahaan US, menteri mengatakan bahwa Sudan tidak menolaknya untuk berinvestasi dalam industri minyak Sudan, tapi menambahkan bahwa operasi mereka di Sudan dipengaruhi oleh sanksi Washington atas Sudan.

‘Sudan telah menyetujui dunia bahwa ia mampu menyelesaikan masalah dan menghasilkan dari sumber alamnya,’ al-Jazsaid, menyebutkan keberhasilan beberapa perusahaan minyak asing yang beroperasi di Sudan.

Sumber : news.xinhuanet.com

Share This