Seorang eksekutif minyak Iran telah memperingatkan perusahaan-perusahaan Jepang atas penundaan pembangunan lapangan minyak Azadegan, dan menyarankan proyek besar ini untuk ditransfer ke China atau negara lain.

Penulis : Eric Watkins

Seorang eksekutif minyak Iran telah memperingatkan perusahaan-perusahaan Jepang atas penundaan pembangunan lapangan minyak Azadegan, dan menyarankan proyek besar ini untuk ditransfer ke China atau negara lain.

Mehdi Bazargan, managing director dari Petroleum Engineering & Development Co. (PEDC), anak perusahaan National Iranian Oil Co., mengatakan bahwa kesepakatan untuk penyelesaian kerja yang signifikan bulan September, yang menghalangi ‘kontrak akan dihentikan secara otomatis.’

PEDC menangani negosiasi proyek dengan perusahaan-perusahaan Jepang.

‘Memperpanjang batas akhir tidak tertulis dalam kontrak. Kami belum memikirkannya,’ Bazargan mengatakan Kyodo News, Japan, di Teheran. Ditanya apakah Iran akan beralih ke China atau negara lainnya, Bazargan mengatakan, ‘Apa yang tersedia di pasar akan kami gunakan, tentu.’

Inpex Corp. dan rekannya ingin memulai produksi dari lapangan tahun 2007 dan berencana untuk mengkasilkan lebih dari 400.000 b/d pada akhirnya, tapi fase-fase proyek kunci belum diimplementasikan.

Inpex, Tokyo, mengatakan proyek telah tertunda karena Iran belum memindahkan semua lahan pertambangan di area kritis.

Bazargan setuju bahwa NIOC berkewajiban memindahkan pertambangan. ‘Tapi saya kira kendala utama adalah pembersihan tambang atau demining

US, yang mencoba membawa tekanan internasional atas Iran agar menghentikan ambisi nuklirnya, menolak kesepakatan pembangunan minyak senilai $ 2 miliar antara Jepang dan Iran.

Dubes US untuk PBB, John Bolton mengatakan Iran menggunakan cadangan migasnya untuk memanipulasi Jepang, dan ia mempertanyakan keputusan Tokyo dalam membantu pembangunan lapangan Azadegan field.

Sumber : www.ogj.com