Select Page

Harga minyak menguat kembali, Kamis, sehari setelah US menunjukkankeinginan untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Iran mengenai program nuklirnya.

Harga minyak menguat kembali, Kamis, sehari setelah US menunjukkan keinginan untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Iran mengenai program nuklirnya.

Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Juli naik 6 cents menjadi US$ 71,35 per barrel dalam perdagangan elektronik Asia di New York Mercantile Exchange, pagi di Singapura. Telah ditutup, Rabu, pada US$ 71,29, turun 74 cents.

Dalam kemungkinan negosiasi langsung dengan Iran, Sekretaris NegaraUS, Condoleezza Rice mengatakan Iran pertama-tama harus menyetujui untuk menghentikan aktivitas nuklir yang ditakuti Barat bisa mengarah ke pembuatan bom.

Tapi Iran menolak usaha diplomatik terakhir ini setelah pasar minyak ditutup, menyebut tawaran itu ‘sebuah gerakan propaganda.’

Sebelum Iran menolak tawaran US, broker BNP Paribas Commodity Futures, Tom Bentz mengatakan harga minyak akan naik lagi jika usaha Rice gagal.

Di Caracas, Venezuela menetapkan untuk menjaga output minyak mentah tak berubah, pada pertemuan OPEC, Kamis, walaupun Venezuela menentukan untuk menghentikan produksi. Bagaimanapun, beberapa anggota kartel mengisyaratkan kemungkinan memangkas pasokan.

Yasser Elguindi, senior managing director di Medley Global Advisors, New York, mengatakan bahwa sedikit di bawah permukaan pendirian akomodatif OPEC, ada kecemasan menghantui, pada semester kedua tahun ini, jika pertumbuhan ekonomi yang melemah memotong permintaan minyak atau jika hubungan diplomatik meningkat antara Barat dan Iran, akan membantu meredakan yang disebut ‘fear premium’ dalam harga minyak mentah.

Pada penutupan Kamis, gasolin tetap US$ 2,1411 per gallon (3,8 liter) dan harga heating oil tetap pada US$ 1,9605 per gallon. Harga gas alam naik 6,1 cents menjadi US$ 6,445 per 1.000 kaki3.

Departemen Energi US diperkirakan akan mengeluarkan laporan inventori US hari Kamis ini.

Minggu lalu, data yang dikeluarkan oleh agensi ini menunjukkan inventori gas alam domestik naik, dari 83 miliar kaki3 pada minggu lalu, menjadi 2,16 triliun kaki3, atau 50% di atas rata-rata lima-tahunan.

Gas alam mendekati level terendah dalam satu tahun dan beberapa analis mengatakan jika inventori terus naik, US bisa kehabisan kapasitas penyimpanan gas alam sebelum musim dingin, sebuah prospek yang seharusnya mendesak penurunan tekanan akan harga.

Sumber : www.hindu.com

Share This