Select Page

Harga minyak naik di atas 73 dollar, Senin, setelah Iran memberi tahu kemungkinan menggunakan produksi minyak sebagai senjata dalam perselisihan nuklirnya dengan Barat dan meningkatkan kekhawatiran kilang US atas pasokan bahan bakar.

Harga minyak naik di atas 73 dollar, Senin, setelah Iran memberi tahu kemungkinan menggunakan produksi minyak sebagai senjata dalam perselisihan nuklirnya dengan Barat dan meningkatkan kekhawatiran kilang US atas pasokan bahan bakar. Minyak mentah ringan US untuk pengiriman Juli diperdagangkan 1,07 dollar atau 1,5% lebih tinggi pada 73,40 dollar per barrel pada 0108 GMT, setelah menguat 1,99 dollar, Jumat. Minyak mentah Brent London naik 1,22 dollar menjadi 72,25 dollar per barrel.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan jika US membuat ‘gerakan yang salah’ atas Iran, aliran energi dari eksportir terbesar ke-empat dunia ini akan terancam.

‘Penguatan ini adalah gabungan dari semua hal, tapi terutama adalah Iran,’ kata broker, John Brady dari ABN AMRO di New York. Ketegangan antara Iran dan Barat atas program nuklir Teheran telah membantu mendorong kenaikan minyak 20% tahun ini.

Para pejabat Iran sebelumnya telah memerintahkan menggunakan minyak sebagai senjata dalam perselisihan nuklir bangsanya dengan Barat, tapi Khamenei berkomentar dan menyarankan Iran bisa mengganggu pasokan jika ditekan.

Sekretaris Negara US, Condoleezza Rice, bereaksi atas komentarnya, Minggu, dengan menyarankan pendekatan ‘tunggu-dan-lihat’.

Washington telah menawarkan untuk bergabung dengan negara-negara Eropa dalam pembicaraan dengan Iran mengenai program nuklir, tapi katanya Iran harus menangguhkan dulu pengayaan uranium. Iran sejauh ini telah menolak permintaan, mengatakan pengayaan ini adalah hak nasional.

Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, Sabtu, Iran akan mempertimbangkan proposal insentif dari US, Rusia, China, Perancis, Jerman dan Inggris untuk menghentikan kerja nuklir, tapi juga bersikeras bahwa hal utama dari paket ini tidak dapat diterima.

Harga minyak juga naik karena masalah produksi di kilang US selama awal puncak permintaan bahan bakar musim panas.

‘Kami berada dalam musim berkendaraan dan musim badai, sehingga kami berada dalam mode dimana pasar memperdagangkan dengan harga lebih tinggi,’ kata Brady.

Produk minyak menandakan penguatan, Senin, dengan gasolin naik 1,7% menjadi 2,2348 dollar per gallon sementara heating oil naik 1,5% menjadi 2,0445 dollar per gallon.

Tiga pabrik Texas memulihkan produksi, Minggu, dan menerima tanker ke pelabuhan Corpus Christi dan membuka kembali tumpahan minyak, setelah perbaikan urgen dan badai petir mengenai produksi di lima pabrik US.

Gangguan ini dimulai saat musim badai di US Gulf, dimana badai tahun lalu menghancurkan fasilitas minyak dan mendorong harga ke rekor tinggi.

Produsen OPEC sepakat minggu lalu untuk membiarkan batas output tak berubah dan tetap memompa pada laju mendekati penuh untuk meredakan harga, yang dikhawatirkan akan meningkatkan inflasi, melambatkan pertumbuhan ekonomi dan melemahkan permintaan minyak.

Di Nigeria, para penculik melepaskan delapan pekerja minyak asing, Minggu, dua hari setelah mendapat serangan di sebuah rig jauh di lepas pantai.

Serangan ini meningkatkan kekhawatiran dalam industri minyak yang terkena oleh serangkaian serangan militan, yang sudah menghentikan sekitar seperempat output minyak mentah dari produsen utama Afrika ini.

Sumber : money.inq7.net

Share This