Environmental Protection Authority of Western Australia telah merekomendasikan, untuk kedua kalinya, Proyek LNG Gorgon-Jansz, grup Chevron Corp. di pulau Barrow, Australia Barat.

Penulis : Rick Wilkinson

Environmental Protection Authority of Western Australia telah merekomendasikan, untuk kedua kalinya, Proyek LNG Gorgon-Jansz, grup Chevron Corp. di pulau Barrow, Australia Barat.

EPA awalnya menolak proposal bulan Juli 2003. Penolakan 2 bulan kemudian oleh Kabinet Australia Barat, yang mengatakan membatasi akses ke pulau bisa dikesampingkan untuk subjek proyek terhadap grup Chevron, masalah lingkungan bisa ditangani .

Setelah mempelajari 3.000-halaman pernyataan dampak lingkungan yang ditenderkan oleh Chevron, EPA telah mengulang kembali perhatiannya akan empat hal:

  1. Potensi pengaruh terhadap kura-kura Flatback.
  2. Potensi dampak pengerukan terhadap ekosistem laut.
  3. Potensi untuk introduksi spesies nonindigenous di pulau Barrow.
  4. Kemungkinan kehilangan spesies fauna subterranean dan invertebrata endemik jangka pendek.

Pada kali pertamanya, Ketua EPA, Wally Cox mengatakan dua dari sarang kura-kura Flatback yang paling penting, berdekatan dengan lokasi pabrik LNG dan fasilitas penurunan muatan material.

Katanya, karena siklus hidup, perilaku, dan kebiasaan makan kura-kura tidak banyak diketahui, tidak mungkin untuk mengidentifikasi ukuran, yang akan memastikan kelangsungan hidup spesies di wilayah ini.

Cox mengatakan Chevron dan joint venturer-nya belum mendemonstrasikan resiko itu bisa diturunkan ke level memuaskan, masing-masing di tiga titik lainnya.

Chevron telah mengatakan yakin dapat menarik rekomendasi EPA. Katanya, telah dioperasikan dengan aman di lapangan minyak pulau Barrow untuk 40 tahun dan memberi kesan bahwa tanpa kehadirannya, kehidupan hewan dan tumbuhan di pulau tersebut telah menurun sejak lama.

Pemerintah Australia Barat telah memiliki keputusan akhir atas proyek dan bisa mem-veto rekomensdasi EPA.

Proyek LNG dua-train, 10 juta-ton/tahun, diperkirakan memakan biaya lebih dari $ 11 miliar (Aus.) ini, telah diperuntukkan bagi pelanggan di Jepang, Amerika Utara, dan India. Keputusan investasi final dibuat awal tahun depan, subjek terhadap persetujuan pemerintah. Jadwal on-stream untuk LNG adalah 2010, walaupun ada indikasi bisa terlambat hingga 2011-12.

Sumber : www.ogj.com