Select Page

Kuwait telah sepakat untuk memasok minyak untuk Bangladesh secara kredit enam bulan, dan meminjamkan dananya untuk dua jembatan dan sebuah power plant.

Kuwait telah sepakat untuk memasok minyak untuk Bangladesh secara kredit enam bulan, dan meminjamkan dananya untuk dua jembatan dan sebuah power plant, Menteri luar negeri Bangladesh mengatakan kemarin. Kesepakatan ini terjadi setelah pembicaraan resmi antara Kuwait dengan wakil Amir HH Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah, dan Perdana Menteri Bangladesh, Khaleda Zia, Menteri Luar Negeri M Morshed Khan mengatakan kepada reporter di ibukota, Dhaka.

Kuwait juga sepakat untuk menghentikan larangan pekerja migran Bangladesh, dan membuka rute udara antara dua negara.

‘Pembicaraan ini membuahkan hasil. Mereka membahas banyak hal, termasuk masalah bilateral dan regional,’ kata Khan. Kuwait sepakat untuk memasok Bangladesh dengan produk petroleum secara kredit, senilai US$ 750 juta. ‘Mereka sepakat untuk memasok kami dengan minyak selama 180-hari penangguhan pembayaran,’ kata Khan. ‘Tentunya, ini adalah bantuan besar.’

Tingginya harga bahan bakar internasional telah mengakibatkan kekurangan pasokan dan inflasi di Bangladesh. Bangladesh mengimpor sekitar 1,86 juta ton petroleum rafinasi dari Kuwait mulai July 2005 hingga April tahun ini. Kuwait juga telah sepakat memberi Bangladesh 6,50 miliar taka ($ 93 juta) dari Dana Kuwait untuk membangun dua jembatan, kata Khan. Dana ini juga disepakati untuk mendanai sebuah 450 megawatt power station di pelabuhan tenggara kota Chittagong.

Kuwait juga menawarkan untuk membagi pengalaman dengan Bangladesh dalam berinvestasi dalam sektor migas Bangladesh, termasuk modernisasi kilang minyak negara dan membangun fasilitas penyimpanan produk minyak. Kuwait juga menjanjikan untuk mempertimbangkan perekrutan lebih banyak pekerja profesional dan terlatih dari Bangladesh. Saat ini, 250.000 orang Bangladesh bekerja di Kuwait.

Kuwait Airways, sementara itu, akan mengoperasikan dua penerbangan baru langsung antara ibukota Kuwait City, dan kota pelabuhan utama Bangladesh, Chittagong, kata Khan. Juga meningkatkan penerbangan menjadi tujuh hari per minggu antara kedua ibukota.

Kedua belah pihak menandatangani persetujuan – untuk mengadakan konsultasi bilateral regular, dan untuk mempertukarkan plot untuk bangunan kedubes di masing-masing ibukota. Penguasa Kuwait juga berjanji untuk membangun sebuah rumah sakit di Bangladesh untuk ‘berterima kasih pada warga Bangladesh atas dukungannya selama Perang Teluk 1991,’ kata Khan. Amir, yang memimpin 80-anggota delegasi, tiba di Bangladesh sebagai bagian dari tur empat bangsa yang juga akan membawanya ke Thailand, India dan Pakistan.

Bangladesh mengimpor sebagian besar produk rafinasi petroleum dari Kuwait. Dalam sepuluh bulan pertama tahun fiskal yang berakhir 30 Juni, negara mengimpor minyak senilai $ 950 juta dari Kuwait. Bangladesh minggu lalu meningkatkan harga produk petroleum hingga 33% untuk menyesuaikan dengan harga minyak global. Tapi, pejabat pemerintah mengatakan harga subsidi masih jauh lebih murah daripada harga global, membawa jutaan dollar kerugian setiap bulannya.

Bank negara telah hampir bangkrut karena mendanai impor minyak pemerintah secara kredit. Zia bulan lalu mengunjungi Kuwait dan Uni Emirat Arab untuk mencari minyak murah. Pemerintahan empat partainya menghadapi pemilu bulan Januari.

Sumber : www.kuwaittimes.net

Share This