Select Page

Militan ULFA, Minggu, melempar granat tangan ke arah kendaraan satuan keamanan sehingga mencederai tiga orang, meledakkan sebuah transformer elektrik dan sebuah jalur rel beberapa menit setelah Rajdhani Express lewat, dalam beberapa insiden berbeda di Assam.

Melanjutkan kekerasannya, militan ULFA, Minggu, melempar granat tangan ke arah kendaraan satuan keamanan sehingga mencederai tiga orang, meledakkan sebuah transformer elektrik dan sebuah jalur rel beberapa menit setelah Rajdhani Express lewat, dalam beberapa insiden berbeda di Assam.

Sumber resmi mengatakan kelompok militan ULFA melemparkan sebuah granat tangan ke kendaraan CRPF, dekat pompa petrol di Makum, distrik Tinsukia, mencederai dua orang sekuriti dan seorang warga sipil.

Di Chabbua, di distrik yang sama, militan menghancurkan sebuah transformer elektrik dengan meledakkan sebuah bom.

Jalur rel juga diledakkan, dekat Sibsagar beberapa menit setelah Rajdhani lewat melalui area itu, Minggu pagi, sementara sebuah pipa minyak di distrik Dibrugarh rusak pada Sabtu malam.

Polisi mengatakan bom kendali jarak jauh meledak antara stasiun Bhojo dan Sibsagar setelah Dibrugarh-Howrah Kamrup Express dan Dibrugarh-New Delhi Rajdhani Express melewati area ini.

Tidak ada korban jiwa di jalur rel yang telah rusak ini dan lalu lintas rel dihentikan dengan beberapa train dikendalikan di beberapa tempat.

Sebuah pipa minyak juga diledakkan pada Sabtu malam di Kothaloni dibawah kantor polisi Tengakhat, di distrik Dibrugarh.

Sementara itu, pemimpin ULFA, Paresh Baruah dalam sebuah e-mail kepada media lokal telah menyangkal keterlibatannya dalam ledakan di Machkhowa, Jumat, yang mencederai lima orang, tapi bertanggung jawab atas serangan pipa minyak di Assam.

Sumber : timesofindia.indiatimes.com

Share This