Kelompok kerja bersama yang menegosiasikan syarat-syarat pipa gas Iran-Pakistan-India, telah mencapai kesepakatan bahwa pipa harus dibangun dalam tiga tahapan terpisah dan bahwa masing-masing negara akan bertanggung jawab atas bagian dari pipa di wilayah masing-masing.

Kelompok kerja bersama yang menegosiasikan syarat-syarat pipa gas Iran-Pakistan-India, telah mencapai kesepakatan bahwa pipa harus dibangun dalam tiga tahapan terpisah dan bahwa masing-masing negara akan bertanggung jawab atas bagian dari pipa di wilayah masing-masing, dilaporkan ANI.

Total biaya usulan proyek ini adalah sekitar 7 miliar dollar.

Deputi Menteri Perminyakan Iran, Hadi Nejad-Hosseinian, telah mengatakan bahwa struktur proyek saat ini telah didefinisikan dengan jelas dan bahwa masing-masing negara akan bertanggung jawab atas bagian pipa yang melewati wilayahnya.

Artinya, Iran akan membangun 1.115 km pipa, Pakistan 707 km dan India 850 km pipa. Pekerjaan konstruksi akan dimulai tahun depan, dengan pengiriman gas pertama diharapkan taun 2010.

Titik pengiriman untuk gas Pakistan adalah di perbatasan dengan Iran, sementara untuk India di perbatasan Pakistan-India. Kembali ke tahun 1995, Pakistan dan Iran menandatangani kesepakatan awal untuk konstruksi pipa gas alam yang menghubungkan lapangan gas alam Iran, South Pars, di Teluk Persia dengan Karachi, pelabuhan industri utama Pakistan yang berlokasi di Laut Arab. Tetapi, Iran kemudian mengusulkan perpanjangan pipa dari Pakistan ke India.

Awalnya, pemerintah India enggan memasuki kesepakatan dengan Pakistan karena sejarah ketegangan hubungan antara kedua negara bertetangga itu. Sebagai alternatif, India menyarankan pembangunan pipa laut dalam, dimana tidak ada ancaman keamanan yang mungkin muncul, tapi kemudian, New Delhi memutuskan untuk bergabung dengan proyek tersebut, yang menguntungkan dilihat dari segala sisi.

Tetapi, syarat-syarat komersial belum disetujui untuk proyek kontroversial yang akan memasok gas Iran dari lapangan gas South Pars ini. Kelompok ini bertujuan untuk membahasnya bulan depan di New Delhi.

Sumber : www.onlinenews.com.pk