Saudi Arabia telah memotong ekspor ke Asia lebih dari setengah juta barrel per hari sejak Maret untuk menyesuaikan permintaan yang lebih rendah dari kilang selama overhaul musim semi.

Saudi Arabia telah memotong ekspor ke Asia lebih dari setengah juta barrel per hari sejak Maret untuk menyesuaikan permintaan yang lebih rendah dari kilang selama overhaul musim semi, menurut pelacak tanker, Petrologistics, Rabu.

Produksi dari eksportir terbesar dunia ini turun menjadi 9,05 juta bpd pada bulan Mei, level terendahnya tahun ini, membuatnya memompa lebih dari 9 juta pada kuartal kedua — 400.000 bpd di bawah laju rata-rata tiga bulan sebelumnya.

Tidak jelas apakah permintaan dari kilang Asia akan kembali naik secara signifikan selama bulan Juli dan Agustus, karena berkurangnya permintaan gasolin pada musim panas di Jepang, konsumen minyak terbesar ketiga.

Kerajaan memiliki kontrak jangka panjang untuk mengekspor di bawah 7 juta bpd minyak mentah ke seluruh dunia, menurut sumber industri, dengan Asia hampir setengah volume. Total fluktuasi berdasarkan permintaan musiman dan kebijakan output OPEC.

Ini telah menjadi kasus selama kuartal kedua, dengan turunnya pengiriman minyak mentah Saudi Arabia ke Asia, sebanyak 220.000 bpd untuk bulan Mei, dibanding April, menurut Conrad Gerber, kepala Petrologistics. Ekspor bulan April telah berkurang 350.000 bpd dibanding Maret, katanya.

‘Sebagian besar adalah aliran ke timur,’ kata Gerber. ‘Mungkin sedang ada maintenance kilang. Anda harus memiliki tren jangka panjang untuk mengatakan permintaan menurun.’

Para pembeli di barat mengambil 180.000 bpd lebih banyak minyak mentah Saudi untuk Mei dibanding April, mengganti penurunan aliran ke Asia. Aliran untuk pembeli barat bulan April turun 150.000 bpd dibanding Maret, kata Petrologistics.

Pengurangan ekspor ini bukan hanya untuk Saudi Arabia, produsen utama Organization of the Petroleum Exporting Countries.

Sumber : www.financialexpress.com