Harga minyak mentah naik diatas $ 70 per barrel Jumat, karena ada kecemasan baru atas respon Iran atas paket insentif untuk menghentikan pengayaan uraniumnya.

Harga minyak mentah naik diatas $ 70 per barrel Jumat, karena ada kecemasan baru atas respon Iran atas paket insentif untuk menghentikan pengayaan uraniumnya.

Para trader telah mengalami kecemasan yang terburuk sejak ketegangan diplomatik antara Iran dan dunia Barat mulai meningkat di minggu-minggu lalu. Sementara Iran tidak menghentikan ekspor minyaknya, banyak kecemasan negara ini akan melakukannya jika terprovokasi.

‘Pasar sangat menantikan respon Iran,’ terhadap paket insentif yang dipimpin, kata David Thurtell, komoditas strategis dengan Commonwealth Bank of Australia di Sydney. ‘Lebih banyak tindakan damai dari Iran dan US akan meredakan pasar.’

Pada Kamis, para pejabat Amerika dan Eropa di Wina mendorong Teheran untuk membekukan pengayaan dan menghentikan menahan informasi mengenai program nuklir. Kepala delegasi US untuk pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency, Gregory L. Schulte, memperingatkan bahwa jika Iran menolak insentif, maka akan menghadapi ‘beratnya Dewan Kemanan.’

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan negaranya ‘tidak akan mengalah pada tekanan ini.’ Tapi, ketua delegasi Iran untuk IAEA, Ali Ashgar Soltanieh, mengatakan mereka bersiap-siap untuk bernegosiasi.

Minyak mentah jenis light, sweet untuk pengiriman Juli naik 62 cents menjadi US$ 70,12 per barrel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, pagi di Asia.

Harga minyak juga naik karena gas alam futures, yang naik lebih dari 9% setelah pemerintah US melaporkan bahwa pertumbuhan di penyimpanan gas alam lebih lambat dibanding pasar.

Walaupun pasokan gas alam pada level tertinggi dalam tahun ini, ancaman musim badai dan tingginya temperatur di beberapa bagian US meningkatkan ekspektasi untuk permintaan tenaga dan gas di bulan-bulan mendatang.

Gas alam naik 3 cents menjadi $ 7,238 per 1.000 kaki3.

Pada Kamis, Menteri Perminyakan Kuwait, Sheik Ahmed al-Fahd al-Sabah mengatakan OPEC tidak akan memotong outputnya hingga harga minyak stabil.

Tapi analis cemas gerakan ini tidak akan cukup untuk mengekang tekanan harga.

‘Kami perlu melihat lebih baik lagi pertumbuhan dalam pasokan OPEC, kalau tidak pasokan tidak akan sama dengan permintaan dunia,’ kata Thurtell. ‘Pasar yang rapuh terhadap kekurangan pasokan, apakah berasal dari badai ataupun serangan sipil.’

Harga minyak telah volatile dalam beberapa minggu sebelumya ditengah ketegangan akan musim badai Teluk Mexico, tidak meredakan perselisihan Iran dan ketidakpastian geopolitik lainnya, termasuk perang di Irak dan kekerasan di Nigeria.

Militan di Nigeria menghalangi output, Kamis, sebesar 500.000 barrel per hari, sekitar 20% dari produksi harian bangsa Afrika.

Dalam perdagangan lainnya, gasolin menguat 2 cents menjadi $ 2,0615 per gallon, sementara harga heating oil naik satu cent menjadi $ 1,9560 per gallon.

Sumber : www.centredaily.com