ConocoPhillips Australia Pty. Ltd., operator pabrik LNG Darwin, bisa menghabiskan sebanyak $ 10 miliar (Aus.) untuk membangun train yang ke-dua bahkan mungkin yang ke-tiga di lokasi untuk melipattigakan kapasitas 3,5 juta ton/tahun LNG.

ConocoPhillips Australia Pty. Ltd., operator pabrik LNG Darwin, bisa menghabiskan sebanyak $ 10 miliar (Aus.) untuk membangun train yang ke-dua bahkan mungkin yang ke-tiga di lokasi untuk melipattigakan kapasitas 3,5 juta ton/tahun LNG.

Berbicara di South East Asia Australia Offshore Conference di Darwin, Presiden ConocoPhillips Australia, Laura Sugg mengatakan perusahaan bisa membangun train ke-dua tahun 2013 menggunakan gas dari lapangan Greater Sunrise atau penemuan Caldita, terkait dengan lapangan yang belum ditemukan di Laut Timor.

Fasilitas saat ini di Wickham Point memiliki persetujuan perencanaan dan lingkungan dari pemerintah untuk menghasilkan sebanyak 10 juta ton/tahun. Peningkatan yang besar akan perlu melalui proses persetujuan baru.

Greater Sunrise, walaupun masih dalam ketidakpastian karena lokasi berada di perbatasan antara Australia dan Joint Petroleum Development Area dengan Timor Timur, memiliki cadangan sekitar 7 tcf gas. Dioperasikan oleh Woodside Petroleum Ltd., tapi ConocoPhillips menjadi rekannya.

Lapangan Caldita, ditemukan oleh ConocoPhillips-Santos Ltd. joint venture di Permit NT/P61 pada tahun 2005, jelas berada di perairan Australia yaitu di timur laut Darwin. Tidak ada gambaran cadangan yang diterbitkan, tapi sumur penemuan mengalirkan laju 33 MMcfd pada saat diuji.

ConocoPhillips bermaksud membor sebuah sumur appraisal di Caldita selama kuartal ke-empat tahun ini.

Perusahaan, bersama dengan Santos, sedang membor sebuah sumur di dekat prospek Evans Shoal South di NT/P48 dan bermaksud untuk pindah untuk penemuan gas di struktur Lynedoch — sekarang dinamakan Barossa dan lagi dengan Santos—di NT/P69 lebih jah ke timur selama kuartal ke-tiga.

Diharapkan program pemboran agresif ini akan membuktikan cadangan gas yang cukup untuk memasok train LNG ke-dua bahkan ke-tiga di Darwin.

Sumber : www.ogj.com